<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>TRADISI SALAMETAN SOMOR TOA DI DESA DAANDUNG&#13;
KECAMATAN KANGAYAN KABUPATEN SUMENEP</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 19105020063</mods:namePart><mods:namePart type="family">Faris Zul Helmi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi slametan somor toa di Desa&#13;
Daandung Kepulauan Kangean serta menganalisisnya dalam perspektif antropologi&#13;
interpretatif Clifford Geertz. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami konsep&#13;
slametan somor toa dalam kehidupan masyarakat serta mengungkap bentuk-bentuk&#13;
simbolik yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan&#13;
kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan&#13;
melalui observasi, wawancara dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta&#13;
dokumentasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa slametan somor toa merupakan praktik&#13;
budaya yang mengandung sistem makna yang kompleks, yang berakar pada&#13;
kepercayaan lokal dan terintegrasi dengan nilai-nilai keagamaan Islam. Tradisi ini&#13;
dipahami sebagai sarana untuk memohon keselamatan, menolak bala, serta menjaga&#13;
keseimbangan antara manusia, alam, dan dunia spiritual. Dalam perspektif&#13;
antropologi interpretatif, simbol-simbol dalam tradisi ini, baik material maupun&#13;
non-material, berfungsi sebagai model of reality dan model for reality, yaitu sebagai&#13;
representasi sekaligus pedoman dalam kehidupan sosial masyarakat.&#13;
Selain itu, tradisi ini juga mencerminkan integrasi dimensi religius, sosial, dan&#13;
kosmologis dalam kehidupan masyarakat. Praktik seperti doa bersama, makan&#13;
bersama, serta pelepasan perahu ke laut menunjukkan adanya relasi antara manusia&#13;
dengan Tuhan, sesama, dan alam. Penelitian ini juga menemukan bahwa tradisi&#13;
slametan somor toa memiliki kesamaan struktural dengan berbagai tradisi di&#13;
Nusantara, seperti slametan di Jawa, sedekah laut, dan mappanretasi, yang samasama&#13;
menggunakan simbol sebagai sarana membangun makna dan menjaga&#13;
keseimbangan kehidupan. Dengan demikian, tradisi slametan somor toa tidak&#13;
hanya merupakan praktik budaya lokal, tetapi juga merupakan sistem simbol yang&#13;
mencerminkan cara masyarakat dalam memahami dan merespons realitas&#13;
kehidupan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian Studi Agama-&#13;
Agama, khususnya dalam memahami hubungan antara agama dan budaya dalam&#13;
praktik keagamaan masyarakat.&#13;
Kata Kunci: Budaya dan Agama, Slametan Somor Toa, Simbol</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Studi Agama Agama</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>