@phdthesis{digilib77434, month = {May}, title = {ALIANSI DIPLOMATIK RATU ELIZABETH I DENGAN SULTAN MURAD III DI TENGAH KETEGANGAN EROPA TAHUN 1583-1603 M}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 21101020050 Muhammad Sholikhul Hadi}, year = {2025}, note = {Kholili Badriza, Lc., M.Hum.}, keywords = {Sultan Murad III, Ratu Elizabeth I, Aliansi Diplomatik}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77434/}, abstract = {Aliansi diplomatik antara Ratu Elizabeth I dari Kerajaan Tudor Inggris dengan Sultan Murad III dari Kesultanan Turki Utsmani pada akhir abad ke-16 M merupakan salah satu hubungan mutualistik dua negara guna menjalankan kepentingan bersama, yaitu mempertahankan laju ekonomi, memperkuat militer, dan melawan musuh bersama. Aliansi ini bermula dari Ratu Elizabeth I yang mencari mitra potensial setelah ekskomunikasinya oleh Paus Pius V. Menariknya aliansi ini mencerminkan pergeseran diplomasi dari pola ideologis menuju pendekatan lintas agama dan budaya berbasis kepentingan bersama. Penelitian ini fokus mengeksplorasi: (1) Bagaimana kondisi Kesultanan Turki Utsmani, Kerajaan Tudor Inggris dan negara-negara Eropa sebelum terjadinya aliansi diplomatik? (2) Bagaimana latar belakang dan prosesi aliansi diplomatik Ratu Elizabeth I dengan Sultan Murad III? Serta (3) Apa saja dampak hubungan aliansi diplomatik Ratu Elizabeth I dengan Sultan Murad III terhadap keduanya dan negara-negara Eropa. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan ilmu hubungan internasional dengan konsep aliansi diplomatik, serta menerapkan teori realisme oleh Hans J. Morgenthau. Metode yang diterapkan yaitu metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat unsur yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Penelitian yang sudah dilakukan menghasilkan beberapa temuan sebagai berikut: (1) sebelum terjadinya aliansi diplomatik antara Ratu Elizabeth I dengan Sultan Murad III, baik Inggris, Turki, maupun negara-negara Eropa mengalami ketegangan internal dan eksternal. (2) Ekskomunikasi Ratu Elizabeth I oleh Paus Pius V melalui Bulla Regnans in Excelsis pada Februari 1570 M menjadi pemicu utama lahirnya aliansi ini. Menyikapi tekanan tersebut, Inggris kemudian mengutus duta besar pertamanya ke Konstantinopel untuk membuka jalur diplomatik dengan Turki. (3) Aliansi diplomatik antara Ratu Elizabeth I dan Sultan Murad III menimbulkan berbagai dampak, antara lain menguntungkan Inggris, Turki Utsmani, Belanda, dan Polandia; melemahkan hegemoni Katolik Eropa, khususnya Habsburg Spanyol dan Jerman; menimbulkan kecemasan diplomatik bagi Prancis dan Venesia; serta mengubah dinamika hubungan internasional klasik di Benua Eropa.} }