%0 Thesis %9 Skripsi %A Rifky Aditiya, NIM.: 21101020056 %B FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA %D 2025 %F digilib:77451 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Kesultanan Sumbawa, Muhammad Kaharuddin III, Kemerdekaan %P 119 %T TRANSFORMASI KESULTANAN SUMBAWA DALAM MASA TRANSISI MENUJU KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1931-1950 M %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77451/ %X Kesultanan Sumbawa, pada masa kolonialisme tepatnya masa kependudukan Belanda dan Jepang, banyak peristiwa serta transformasi yang terjadi, begitu juga saat kemerdekaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi sosial, dan kekuatan politik Kesultanan Sumbawa sebelum dan selama masa transisi kemerdekaan, serta bagaimana Kesultanan Sumbawa beradaptasi dengan perubahan kekuatan dari kolonial menuju kemerdekaan. Fokus penelitian ini adalah dinamika dan hubungan antara Kesultanan Sumbawa dengan pemerintah kolonial Belanda dan Jepang, serta pemerintah Indonesia, dan dampak internal dan eksternal selama transisi menuju kemerdekaan. Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang perubahan-perubahan yang dialami oleh Kesultanan Sumbawa selama periode transisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi politik untuk mengkaji perubahan sosial dan politik yang terjadi di kesultanan Sumbawa selama masa transisi menuju kemerdekaan. Oleh sebab itu, konsep transformasi didukung dengan teori relasi kekuasaan digunakan guna mendapatkan pembahasan yang lebih fokus dan terstruktur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tahun 1931, masyarakat Kesultanan Sumbawa hidup dalam kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang dipengaruhi oleh kolonial Belanda. Proses transformasi Kesultanan Sumbawa dari masa kolonial menuju kemerdekaan dipicu oleh kebijakan yang diterapkan Belanda seperti perubahan struktur pemerintah Kesultanan Sumbawa dan intervensi politiknya, juga kedatangan Jepang yang memobilisasi masyarakat untuk kepentingan Perang Asia Raya yang akhirnya mengubah dinamika kekuasaan dan memunculkan semangat nasionalisme. Transformasi ini membawa dampak signifikan bagi struktur sosial dan politik di Sumbawa. Penggabungan Kesultanan Sumbawa ke dalam Republik Indonesia pada tahun 1950 menandai pergeseran besar dalam sejarah kesultanan, otonomi harus disesuaikan dengan kerangka negara yang lebih luas. Secara keseluruhan, perjalanan transformasi Kesultanan Sumbawa mencerminkan tantangan yang kompleks. %Z Dr. Maharsi, M.Hum.