@phdthesis{digilib77461, month = {May}, title = {PRODUKSI RUANG PADA MASYARAKAT PEDESAAN (STUDI FENOMENOLOGIS DI KAWASAN JJLS BAROS, TIRTOHARGO, KRETEK, BANTUL)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22107020022 Marlina Candra Sari}, year = {2026}, note = {Dr. Muryanti, S.Sos., M.A.}, keywords = {produksi ruang; masyarakat pedesaan; pedesaan pesisir; JJLS}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77461/}, abstract = {Produksi ruang merupakan dinamika kehidupan masyarakat dalam menciptakan ruang-ruang secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi. Kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS yang berada di Baros, Tirtohargo, Kabupaten Bantul merupakan kawasan masyarakat pedesaan yang membentuk ruang secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui ruang yang dibutuhkan masyarakat pedesaan, (2) untuk memahami makna JJLS Baros bagi masyarakat pedesaan, (3) untuk mengetahui dan mengidentifikasi faktor yang mendorong masyarakat menggunakan bahu jalan JLS sebagai tempat untuk melakukan kegiatan interaksi sosial dan ekonomi, (4) untuk mengidentifikasi respon masyarakat serta menganalisis dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh fenomena aktivitas berkumpul dan berjualan di area bahu jalan JLS Bantul. Subjek dalam penelitian ini meliputi pedagang kaki lima, pengunjung, dah pihak pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan teori produksi ruang Henri Lefebvre. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa produksi ruang pada masyarakat pedesaan di JJLS Kabupaten Bantul, khususnya kawasan Baros, Tirtohargo, Kretek muncul akibat pergeseran pemaknaan infrastruktur jalan oleh masyarakat yang tidak lagi dipandang semata sebagai sara mobilitas, melainkan sebagai ruang ekonomi, sosial dan rekreasi alternatif. Dari sisi ekonomi, pedagang kaki lima memanfaatkan ruang kosong di tepi bahu jalan untuk berjualan karena biaya sewa yang rendah, fleksibilitas lokasi, dan kebutuhan ekonomi keluarga yang meningkat. Aspek sosial turut memperkuat peran JJLS Baros sebagai ruang yang sesuai kebutuhan masyarakat melalui aksesibilitas yang mudah, ketiadaan regulasi resmi, serta dukungan pemerintah dan komunitas lokal dalam penyediaan fasilitas dan keamanan. Dengan demikian, JJLS Baros mengalami transformasi fungsi menjadi ruang sosial-ekonomi yang inklusif dan pragmatis, sekaligus mencerminkan produksi ruang altternatif akibat ketiadaan ruang sosial ekonomi formal.} }