%0 Thesis %9 Skripsi %A Faisal Ahmad, NIM.: 15510033 %B FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM %D 2022 %F digilib:77472 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K teologi profetik; humanisasi teologi; liberasi teologi; teologi AL Ghazali; profetik Kuntowijoyo %P 103 %T MEMBACA PEMIKIRAN TEOLOGI AL-GHAZALI SEBAGAI TEOLOGI PROFETIK %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77472/ %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dua hal. Pertama, sikap anti-logos yang ditunjukkan oleh al-Ghazali sesuai dengan kondisi intelektual hari ini, yang gencar melakukan kritik atas logosentrisme. Sikap ini cukup kuat mewarnai visi teologinya. Hal ini bisa dilihat dari kecenderungan al-Ghazali untuk mengampanyekan teologi sebagai amal, bukan ilmu. Kedua, ada momen profetik yang memang dialami al-Ghazali. Hal ini bisa dilihat dari krisis spiritual yang ditandai oleh skeptisisme. Dalam momen profetik ini, al-Ghazali mengakui bahwa Tuhan melimpahi cahaya di dadanya, sehingga ia bisa sembuh dari skeptisisme yang meresahkannya. Berangkat dari sini, peneliti tertarik untuk meninjau ulang pandangan teologinya. Berdasarkan dua fakta di atas, penelitian ini bermaksud untuk membaca ulang pemikiran teologi al-Ghazali di tengah suasana intelektual hari ini. Mengacu pada pembacaan-pembacaan sebelumnya, wacana pemikiran teologi al-Ghazali berkisar pada wcana kosmologi, naturalism, dan filsafat. Masing-masing pembacaan tersebut dapat dilihat dalam karya Richard M Frank Creation and the Cosmic Sistem: al-Ghazali and Avicenna, Shoaib Ahmad Malik Islam and Evolution: al-Ghazali and Modern Evolutionary Paradigm, Frank Griffel al-Ghazali’s Philosophical Theology. Di samping itu, terdapat tumpukan asumsi-asumsi yang menimbun pemikiran teologinya. Berbagai tumpukan asumsi tersebut tidak jarang menghalangi berbagai penafsiran alternatif yang berusaha mewarnai khazanah studi al-Ghazali. Dalam membaca ulang pemikiran teologi al-Ghazali, peneliti memaparkan beberapa karyanya dan kemudian melakukan analisa. Semata-mata untuk melihat kecenderungan pemikiran teologinya. Dalam rangka mengidentifikasi kecenderungan pemikiran teologinya, peneliti memanfaatkan unsur-unsur profetik yang dikembangkan oleh Kuntowijoyo. Unsur-unsur profetik Kuntowijoyo dilucuti dari aspek transformasi sosialnya terlebih dahulu, dan memasukkan teologi al-Ghazali ke dalam unsur-unsur profetik tersebut. Dari proses itu, peneliti menemukan bahwa terjadi humanisasi teologi, liberasi teologi dan transendensi teologi dalam pemikiran teologinya. Pertama, humanisasi teologi adalah penekanan pada peran manusia untuk memahami Tuhan. kedua liberasi teologi adalah pembebasan teologi dari berbagai konseptualisasi yang menandai keterpusatan wacana kepada logos (logosentrisme). Ketiga, transendensi teologi adalah momen masuknya teologi teologi ke dalam ruang-ruang transenden seperti yang terjadi dalam pengalaman spiritualnya. Sampai pada level ini, transendensi teologi adalah tu’minuna billah dengan keimanan yang telah mengalami kesempurnaan. %Z Dr. H. Zuhri S. Ag, M. Ag.