@book{digilib77487, month = {June}, title = {Agama dan Komunitas Virtual Transformasi otoritas, identitas, dan praktik keagamaan di era digital}, author = {- Robby Habiba Abror and - Munawar Ahmad}, address = {Yogyakarta}, publisher = {Jogja Ilmu Media}, year = {2026}, keywords = {Agama, Komunitas Virtual, Era Digital}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77487/}, abstract = {Buku ini lahir dari kegelisahan intelektual melihat bagaimana ruang digital yang telah bertransformasi menjadi arena tempat agama dihayati, dinegosiasikan, dan diwariskan. Saat ini khutbah Jumat dapat diakses lewat podcast, fatwa disebarkan lewat kolom komentar, dan komunitas iman terbentuk di server Discord. Teknologi dapat mengubah wajah otoritas, identitas, dan praktik keagamaan. Buku yang kami beri judul Agama dan Komunitas Virtual: Transformasi Otoritas, Identitas, dan Praktik Keagamaan di Era Digital (Analisis Komprehensif Peran Teknologi dalam Kehidupan Beriman Kontemporer) ini berupaya menjawab kegelisahan tersebut. Buku ini dirancang sebagai jembatan antara kajian Sosiologi Agama yang klasik dengan dinamika kontemporer dunia maya. Penulis membaca perubahan dan mengkritisi bagaimana perubahan itu terjadi. Mulai dari lahirnya ulama digital, ustazah selebritis, fragmentasi otoritas keagamaan, rekonstruksi identitas beragama di media sosial, hingga munculnya ritual-ritual baru yang termediatisasi oleh teknologi. Urgensi buku ini terletak pada kebutuhan akan kerangka pemahaman yang komprehensif dan kritis. Penulis mengajukan semacam lensa analitis yang tajam untuk meneroka algoritma yang membentuk apa yang kita pahami tentang agama, like dan share menjadi metrik kesalehan, dan kaburnya batas ruang sakral dan profan. Pembaca dapat terhindar dari dikotomi pesimis bahwa teknologi dapat merusak agama atau euforis bahwa teknologi menyelamatkan agama. Buku ini menawarkan analisis dialektis, yakni bahwa teknologi sebagai medan pertarungan, negosiasi, sekaligus inovasi dalam kehidupan beriman. Dengan memadukan data empiris, telaah teori sosiologi, studi komunikasi digital, dan wawasan teologis, buku ini diharapkan menjadi rujukan bagi mahasiswa, peneliti, pendidik agama, dan siapa saja yang ingin memahami wajah baru keberagamaan manusia di abad ke-21. Semoga dapat menambah khazanah keilmuan, mengajukan perspektif dan paradigma baru untuk dapat didiskusikan dengan jernih dan bertanggung jawab tentang masa depan agama di tengah derasnya arus digitalisasi.} }