eprintid: 77503 rev_number: 17 eprint_status: archive userid: 12243 dir: disk0/00/07/75/03 datestamp: 2026-07-10 08:02:32 lastmod: 2026-07-10 08:02:32 status_changed: 2026-07-10 08:02:32 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id creators_name: Muhammad Rusidi, NIM.: 24205031053 title: RESISTENSI NABI IBRAHIM DALAM AL-QUR’AN (STUDI ANALISIS TAFSIR MAQASIDI) ispublished: pub subjects: 297.1226 subjects: kis_ah divisions: pr_iat_s2 full_text_status: restricted keywords: resistensi, Kisah Nabi Ibrahim, tafsir maqasidi note: Dr. H Muhammad Taufik, S.Ag., M.A abstract: Kisah Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an selama ini dominan ditafsirkan secara normatif-teosentris yang menekankan aspek ketauhidan dan keteladanan moral, sementara dimensi sosial-praksis berupa perlawanan (resistensi) terhadap struktur kekuasaan, hegemoni budaya, dan sistem keyakinan dominan pada zamannya masih jarang dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk resistensi Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an serta mengungkap rasionalitas serta tujuan di balik tindakan resistensi tersebut. Menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis kepustakaan dengan pendekatan tematik, penelitian ini memadukan teori resistensi James C. Scott sebagai alat identifikasi bentuk perlawanan dan pendekatan tafsir maqāṣidī yang digagas Abdul Mustaqim untuk menggali tujuan (maqāṣid) di balik narasi ayat-ayat kisah Ibrahim. Hasil penelitian menemukan empat bentuk resistensi Nabi Ibrahim yang bersifat progresif dan eskalatif. Pertama, public transcript dan persuasi moral dalam dialog dengan ayahnya (Q.S. Maryam/19: 42-48) yang mengedepankan kesantunan dan argumentasi rasional. Kedua, discursive resistance dan subversi ideologis melalui dialog publik dengan kaumnya (Q.S. Al-An’ām/6: 75-81 dan Q.S. Asy-Syu’arā’/26: 70-73) menggunakan pengamatan (observasi empiris) terhadap bintang, bulan, dan matahari untuk meruntuhkan klaim ketuhanan benda langit. Ketiga, symbolic subversion dalam penghancuran berhala (Q.S. Al-Anbiyā’/21: 57-67) sebagai bentuk argumentasi melalui tindakan nyata (ḥujjah fi’liyyah) yang dirancang secara strategis. Keempat, direct confrontation dalam debat dengan Raja Namrūd (Q.S. Al-Baqarah/2: 258) yang menunjukkan konfrontasi terbuka terhadap otoritas politik absolut. Sejumlah resistensi tersebut didasarkan pada tujuan maqāṣid ẓāhir berupa penjagaan agama, akal, dan negara, serta maqāṣid bāṭin yang mencakup nilai-nilai universal: keadilan, kemanusiaan, kesetaraan, kebebasan bertanggung jawab, dan moderasi. Seluruh bentuk resistensi terintegrasi dalam satu ghāyah utama, yaitu mewujudkan kemaslahatan dengan membebaskan manusia dari hegemoni teologis, kultural, maupun politik menuju ketauhidan yang benar. Penelitian ini berkontribusi memperkaya kajian tafsir Al-Qur’an dengan membacakan kisah Nabi Ibrahim sebagai model resistensi profetik yang rasional dan beretika. Secara praktis, nilai-nilai resistensi Ibrahim relevan dengan konteks Indonesia kontemporer dalam menghadapi intoleransi, polarisasi politik, penyebaran hoaks, serta praktik kekuasaan yang tidak adil. Model resistensi Ibrahim yang mengedepankan dialog rasional, subversi simbolik yang terukur, dan keberanian moral dapat menjadi paradigma alternatif bagi aktor perubahan sosial di Indonesia. date: 2026-06-05 date_type: published pages: 172 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: masters thesis_name: other citation: Muhammad Rusidi, NIM.: 24205031053 (2026) RESISTENSI NABI IBRAHIM DALAM AL-QUR’AN (STUDI ANALISIS TAFSIR MAQASIDI). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77503/1/24205031053_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77503/2/24205031053_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf