<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENERAPAN MEDIA PUZZLE UNTUK&#13;
MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF&#13;
ANAK USIA DINI MELALUI PENDEKATAN&#13;
NEUROSAINS</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 23204032002</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kurnia Utami Nursholichah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perkembangan kognitif&#13;
anak usia dini sebagai fondasi utama dalam membentuk kemampuan berpikir,&#13;
memecahkan masalah, dan memahami konsep dasar pembelajaran. Salah satu&#13;
media yang dinilai mampu menstimulasi perkembangan kognitif anak adalah&#13;
media puzzle yang dipadukan dengan pendekatan neurosains. Pendekatan ini&#13;
menekankan pembelajaran yang sesuai dengan cara kerja otak melalui aktivitas&#13;
bermain yang menyenangkan, konkret, dan multisensori. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk: mendeskripsikan penerapan media puzzle, mengetahui perkembangan&#13;
kognitif anak usia dini melalui penggunaan media puzzle, mengetahui faktor&#13;
pendukung dan penghambat dalam penerapan media puzzle berbasis pendekatan&#13;
neurosains untuk mengembangkan kognitif anak usia dini.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek&#13;
penelitian anak usia dini kelompok B usia 4–6 tahun di TK An-Nur II Yogyakarta.&#13;
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan&#13;
dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan&#13;
penerapan media puzzle dan perkembangan kognitif anak berdasarkan hasil&#13;
penelitian di lapangan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan pertama penerapan media puzzle berbasis&#13;
pendekatan neurosains di TK An-Nur II sudah berkembang cukup baik pada aspek&#13;
kemampuan berpikir dan pemecahan masalah, koordinasi mata–tangan,&#13;
pengalaman langsung, lingkungan belajar yang menyenangkan, dan stimulasi&#13;
multisensori. belum berkembang optimal, aspek daya tarik visual media,&#13;
pengulangan dan konsistensi penggunaan, serta kesesuaian konkret dan&#13;
manipulatif untuk seluruh anak. Kedua Perkembangan kognitif anak menunjukkan&#13;
mengenal simbol berkembang cukup baik, sedangkan kemampuan&#13;
mengklasifikasikan benda, memecahkan masalah, dan memahami sebab–akibat&#13;
masih memerlukan stimulasi, latihan, dan pendampingan guru secara bertahap.&#13;
Ketiga Faktor pendukung dalam penerapan media puzzle meliputi karakteristik&#13;
anak yang senang bermain, peran puzzle dalam melatih konsentrasi, daya ingat,&#13;
pengenalan simbol, kemampuan memecahkan masalah, dukungan guru,&#13;
lingkungan belajar yang nyaman, dan media yang menarik. faktor penghambat&#13;
meliputi perbedaan kemampuan anak, mudah bosan dan kurang fokus,&#13;
ketidaksesuaian tingkat kesulitan puzzle, keterbatasan media dan fasilitas,&#13;
kurangnya pemahaman guru terhadap pendekatan neurosains, serta kurangnya&#13;
dukungan keluarga.&#13;
Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan media puzzle berbasis&#13;
pendekatan neurosains dapat membantu menstimulasi perkembangan kognitif&#13;
anak usia dini melalui pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan&#13;
karakteristik perkembangan anak.&#13;
Kata Kunci: media puzzle, pendekatan neurosains, perkembangan kognitif, anak&#13;
usia dini, PAUD.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>