eprintid: 77576 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12241 dir: disk0/00/07/75/76 datestamp: 2026-07-16 07:50:52 lastmod: 2026-07-16 07:50:52 status_changed: 2026-07-16 07:50:52 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: sophanshofwan@gmail.com creators_name: Tegar Oktavian Nur Huda, NIM.: 22106060078 title: ANALISIS PENYEBAB KECACATAN PRODUK FOUNDRY MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (STUDI KASUS: PT SINAR SEMESTA) ispublished: pub subjects: 670 divisions: jur_tind full_text_status: restricted keywords: Pengendalian Kualitas, Produk Cacat, Foundry, FMEA, FTA, EQ Spacing, Akar Penyebab Kecacatan, 5W+1H note: Syaeful Arief, S.T., M.T. abstract: Industri pengecoran logam (foundry) memiliki proses produksi yang kompleks dan rentan terhadap kecacatan akibat variasi parameter seperti suhu tuang, komposisi material, dan sistem pendinginan. PT Sinar Semesta, perusahaan manufaktur pengecoran logam di Ceper, Klaten, Jawa Tengah, mencatat tingkat kecacatan sebesar 21,16% pada produk EQ Spacing sepanjang tahun 2025, yakni 142 unit cacat dari 671 unit total produksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis kecacatan dominan, menganalisis mode kegagalan berdasarkan nilai risiko, menelusuri akar penyebab kecacatan, serta merumuskan rekomendasi perbaikan. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk memprioritaskan mode kegagalan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), Fault Tree Analysis (FTA) untuk menelusuri akar penyebab kecacatan secara sistematis, dan kerangka 5W+1H untuk menyusun usulan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis cacat dengan cacat rongga udara sebagai yang paling dominan (RPN = 336), diikuti retak (RPN = 270), inklusi terak (RPN = 210), dan lepot (RPN = 200). Rekomendasi perbaikan meliputi: (1) pengendalian teknik penuangan yang konsisten, pemeriksaan ventilasi cetakan, serta pengontrolan kadar air dan kepadatan pasir cetak untuk meminimalkan cacat rongga udara; (2) pengendalian suhu tuang, keseragaman proses pendinginan, dan stabilisasi kondisi cetakan untuk mencegah cacat retak; (3) evaluasi desain dan posisi riser, pengendalian laju penuangan, dan stabilisasi distribusi suhu untuk mengatasi cacat lepot; serta (4) sortir material scrap, pembersihan tungku secara rutin, dan peningkatan kebersihan area kerja untuk menekan cacat inklusi terak. Hasil rekapitulasi FMEA baru menunjukkan seluruh jenis cacat mengalami penurunan nilai RPN setelah penerapan usulan perbaikan. Kata Kunci: Pengendalian Kualitas, Produk Cacat, Foundry, FMEA, FTA, EQ Spacing, Akar Penyebab Kecacatan, 5W+1H date: 2026-05-29 date_type: published pages: 131 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Tegar Oktavian Nur Huda, NIM.: 22106060078 (2026) ANALISIS PENYEBAB KECACATAN PRODUK FOUNDRY MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (STUDI KASUS: PT SINAR SEMESTA). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77576/1/22106060078_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77576/2/22106060078_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf