TY - THES N1 - Prof. Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag, ID - digilib77588 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77588/ A1 - Fadhilah Siti Ramdina Bowode, NIM.: 24205031009 Y1 - 2026/06/03/ N2 - Penelitian ini berangkat dari adanya indikasi kemiripan atas informasi kisah dalam al-Qur?an dan Bibel, terkhusus Musa, dengan detail dan tujuan penyampaian yang berbeda. Al-Qur?an menampilkan ayat-ayat kisah secara ringkas dan tersebar dalam beberapa surah, dengan penekanan yang berbeda dalam setiap konteksnya. Sementara Bibel, menyajikan kisah Musa dalam bentuk yang lebih detail dan kronologis, yang direkam spesifik pada kitab Keluaran. Sebagai contoh, narasi yang menampilkan letak perbedaan dalam kedua kitab, terdapat pada episode pertemuan Musa dan Harun dengan Fir?aun, menampilkan figur Harun sebagai orang yang secara performatif melemparkan tongkat di hadapan Fir?aun. Sementara dalam al-Qur?an, menyebutkan Musa-lah yang melemparkan tongkatnya di hadapan Fir?aun dan berubah menjadi ular. Dua episode yang peneliti tampilkan, memuat dua informasi yang berbeda: mukjizat Musa dan siapa yang melempar tongkat di hadapan Fir?aun. Perbedaan ini mengandung konsekuensi al-Qur?an sebagai teks yang berinteraksi dengan tradisi Biblikal, bukan dibaca secara terpisah dari sisi sejarah di mana al-Qur?an diturunkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif berbasis studi kepustakaan, dengan mengidentifikasi struktur naratif dalam al-Qur?an dan kitab Keluaran dan pola pemetaan interteksulitas atas ayat-ayat kisah, guna menganalisis bagian-bagian mana saja yang terdapat penambahan, pengurangan, atau penghapusan. Pendekatan dalam penelitian ini merujuk pada kerangka intertekstualitas Julia Kristeva, melalui pemetaan unsur-unsur transformasi, modifikasi, paralel, haplologi, ekspansi, eksistensi, konversi, demitifikasi, dan defamiliarisasi atas ayat-ayat kisah Musa dalam al-Qur?an dan Bible. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan struktur narasi kisah dalam al-Qur?an dan Bibel ditandai dengan pesan yang dibawa oleh masing-masing kitab suci, di mana al-Qur?an menegaskan pesan moral dan tauhid, sementara Bibel menyoroti pembentukan bangsa yang tertindas. Selain itu, penelitian ini meminjam teori Angelika Neuwirth untuk memotret kehadiran al-Qur?an dalam ruang late Antiquity. Di sini, al-Qur?an tidak dilihat sebagai teks yang tertutup, melainkan sebagai sebuah teks yang sedang berdialog secara intens dengan lingkungan sosial keagamaan di sekitarnya. Dengan begitu, perbedaan narasi yang muncul sebenarnya adalah cara al-Qur?an merespons atau memberikan penekanan teologis yang berbeda bagi masyarakat pada masa itu. Dengan melihat latar belakang kesejarahan sebagai proses dari kemunculan al-Qur?an, serta bagaimana interaksi al-Qur?an dalam ruang late antiquity, menunjukkan bahwa al-Qur?an tidak sekadar melakukan peniruan terhadap narasi pengisahan Musa dalam Bibel, tetapi membawa ide-idenya sendiri berupa pesan moral dan tauhid. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - intertekstualitas; Kisah Musa; Al-Qur?an; Bible. M1 - masters TI - STRUKTUR NARATIF FORMASI KENABIAN MUSA DALAM AL-QUR?AN DAN BIBLE (KAJIAN INTERTEKSTUALITAS) AV - restricted EP - 212 ER -