TY - THES N1 - Dr. Alim Roswantoro, S.Ag., M.Ag. ID - digilib77590 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77590/ A1 - Muhammad Aska Irfani, NIM.: 24205011004 Y1 - 2026/06/02/ N2 - Penelitian ini mengkaji dinamika konflik dalam tubuh Nahdlatul Wathan (NW), khususnya rivalitas antara kubu Pancor dan Anjani pasca wafatnya tokoh sentral. Fokus penelitian diarahkan pada tiga persoalan utama, yaitu: (1) bagaimana fungsi ruang komunikasi (ruang dialog) dalam tubuh NW pasca wafatnya tokoh sentral; (2) bagaimana pola komunikasi antara kubu Rauhun dan Raihanun dalam membangun legitimasi; serta (3) Sejauhmana komunikasi tersebut mengalami distorsi dan menghambat konsensus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun kerangka teori yang digunakan adalah teori konsensus rasional dan rasionalitas komunikatif untuk menganalisis dinamika komunikasi, legitimasi, serta relasi kuasa dalam konflik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam tubuh NW tidak semata-mata disebabkan oleh persoalan suksesi kepemimpinan, tetapi berkaitan erat dengan terganggunya rasionalitas komunikatif pasca wafatnya tokoh sentral. Ruang komunikasi yang sebelumnya berfungsi sebagai sarana membangun kesepahaman mengalami pergeseran menjadi arena kontestasi kepentingan dan legitimasi. Pola komunikasi antar kubu cenderung didominasi oleh tindakan strategis yang berorientasi pada kepentingan kelompok, sehingga menghambat terciptanya komunikasi yang terbuka, setara, dan rasional. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya distorsi komunikasi yang dipengaruhi oleh relasi kuasa dan kepentingan elit, yang berdampak pada menguatnya polarisasi dan terhambatnya kemungkinan tercapainya konsensus. Temuan ini menunjukkan bahwa idealitas konsensus dalam kerangka rasionalitas komunikatif menghadapi keterbatasan ketika berhadapan dengan realitas sosial yang sarat relasi kuasa, otoritas simbolik, dan kepentingan strategis. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menegaskan relevansi teori tersebut dalam membaca dinamika konflik organisasi keagamaan, tetapi juga mengungkap perlunya pembacaan yang lebih kritis dan kontekstual terhadapnya. Dalam kerangka ini, rivalitas Pancor?Anjani dapat dipahami sebagai proses sosial yang bersifat dialektis, yang tidak hanya memuat konflik dan disensus, tetapi juga tetap menyimpan kemungkinan bagi terbentuknya konsensus melalui rekonstruksi ruang komunikasi yang lebih dialogis. Kata Kunci: Nahdlatul Wathan, Pancor dan Anjani, Konflik, Rasionalitas Komunikatif, Distorsi Komunikasi, Konsensu PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Nahdlatul Wathan KW - Pancor dan Anjani KW - Konflik KW - Rasionalitas Komunikatif KW - Distorsi Komunikasi KW - Konsensus M1 - masters TI - RIVALITAS NAHDATUL WATHAN PANCOR DAN ANJANI: ANALISIS DARI LENSA TINDAKAN KOMUNIKATIF JÜRGEN HABERMAS AV - restricted EP - 229 ER -