TY - THES N1 - Roni Ismail,S.Th.I.,M.S.I. ID - digilib77604 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77604/ A1 - Febriyanti, NIM.: 22105020054 Y1 - 2026/// N2 - Santriwati Pondok Pesantren Al-Barokah Tegalrejo Yogyakarta yang juga berstatus sebagai mahasiswi menghadapi tekanan ganda dalam kehidupan seharihari. Berdasarkan pengamatan awal, sebagian besar di antara mereka harus begadang untuk menyelesaikan tugas kuliah, dihadapkan pada pilihan antara mengikuti kegiatan pondok atau kegiatan kampus, bahkan ada yang memperoleh sanksi karena mengikuti aktivitas akademik hingga larut malam. Situasi ini menunjukkan bahwa beban peran sebagai santri dan mahasiswi dapat memunculkan stres yang cukup tinggi. Meskipun mujahadah telah lama menjadi bagian dari tradisi pesantren, kajian yang secara khusus menempatkan mujahadah sebagai strategi koping religius dalam mengelola stres santriwati masih sangat terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sembilan santriwati aktif dan satu alumni Pondok Pesantren Al-Barokah, serta didukung oleh observasi lapangan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun kerangka teori yang digunakan adalah teori koping religius Kenneth I. Pargament, yang meliputi lima dimensi, yaitu Spiritual Connection, Seeking Spiritual Support, Benevolent Religious Reapraisal, Collaborative Religious Coping, dan Religious purification. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, mujahadah di Pondok Pesantren Al-Barokah merupakan tradisi spiritual yang berakar dari pengalaman pendiri pesantren, KH. Rosim Al-Fatih, Lc., dan dilaksanakan secara berjamaah setiap malam Senin dan malam Jumat melalui rangkaian tawassul, shalawat-shalawat pilihan, serta zikir yang tersusun secara khusus. Kedua, mujahadah terbukti berfungsi sebagai strategi koping religius yang efektif bagi santriwati dalam menghadapi dan menurunkan stres. Dari seluruh dimensi yang dikaji, Religious Purification menjadi dimensi yang paling kuat dan paling merata dirasakan manfaatnya oleh delapan dari sembilan narasumber, karena mujahadah membantu santriwati melepaskan kecemasan dan menghadirkan ketenangan batin. Sementara itu, dimensi lainnya juga dirasakan manfaatnya, meskipun tingkat pengaruhnya berbeda-beda, bergantung pada kekhusyukan masing-masing santriwati ketika mengikuti mujahadah. Kata Kunci: Mujahadah, Koping Religius, Stres, Santriwati PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Mujahadah KW - Koping Religius KW - Stres M1 - skripsi TI - MUJAHADAH SEBAGAI STRATEGI KOPING RELIGIUS DALAM MANAJEMEN STRES SANTRIWATI PONDOK PESANTREN AL-BAROKAH TEGALREJO YOGYAKARTA AV - restricted EP - 105 ER -