relation: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77605/ title: REPRESENTASI EKSISTENSI WARGA SAPTA DARMA MELALUI KEBERADAAN SANGGAR CANDI SAPTA RENGGA YOGYAKARTA: TINJAUAN TEORI SOREN KIERKEGAARD creator: Rif'atul Aula, NIM.: 22105020001 subject: Studi Agama Agama description: Perjuangan eksistensi penghayat kepercayaan diawali dengan pembentukan organisasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat pada tahun 1954, kemudian berkembang sampai dengan Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia pada tahun 2014 sebagai wadah resmi penghayat kepercayaan. Sebagai aliran kepercayaan, Sapta Darma menekankan pencarian makna spiritual yang bersifat personal sekaligus komunal dengan mempertahankan ajaran serta identitas. Keberadaan Sanggar Candi Sapta Rengga menjadi simbol aktualisasi eksistensi ajaran Sapta Darma, sekaligus menjadi ruang perjumpaan antara individu dan komunitas dalam menghidupkan nilai-nilai spiritual, ditandai dengan peresmian Sanggar Candi Sapta Rengga pada tahun 2023 yang memperkuat legitimasi hukum dan eksistensi penghayat Sapta Darma. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi warga Sapta Darma yang mempengaruhi keberadaan Sanggar Candi Sapta Rengga dengan menggunakan teori eksistensi Soren Kierkegaard melalui tiga tahapan estetis, etis dan religius. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menjelaskan secara deskriptif dan mendalam melalui pendekatan sosiologi. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan warga Sapta Darma, kemudian dikaitkan dengan kerangka eksistensi Kierkegaard. Eksistensi warga Sapta Darma merepresentasikan keberadaan Sanggar Candi Sapta Rengga melalui berbagai faktor yang memperkuat identitas kepercayaan dengan adanya legitimasi spiritual, dukungan sosial politik, faktor historis dan kultural yang meneguhkan posisi Sanggar sebagai identitas kolektif warga Sapta Darma. Hasil penelitian menunjukkan eksistensi warga Sapta Darma berperan dalam mempertahankan Sanggar Candi Sapta Rengga melalui tahapan eksistensi Kierkegaard. Keberadaan Sanggar dipahami sebagai medium dialektis yang memungkinkan warga Sapta Darma mengekspresikan keberagamaan dengan menggunakan Sanggar sebagai tempat ritual, pusat pengembangan ajaran, tempat berkumpul dengan sesama penghayat, yang diperkuat oleh faktor kultural, sosial politik, dan adanya komunitas. Kata Kunci: Eksistensi, Soren Kierkegaard, Sapta Darma, Sanggar Candi Sapta Rengga date: 2026-05-25 type: Thesis type: NonPeerReviewed format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77605/1/22105020001_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77605/2/22105020001_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf identifier: Rif'atul Aula, NIM.: 22105020001 (2026) REPRESENTASI EKSISTENSI WARGA SAPTA DARMA MELALUI KEBERADAAN SANGGAR CANDI SAPTA RENGGA YOGYAKARTA: TINJAUAN TEORI SOREN KIERKEGAARD. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.