%A NIM.: 19105040070 Fahrul Haifani %O Dr. Mahatva Yoga Adi Pradana, M.Sos. %T REFLEKSI MORALITAS TRANSENDENTAL DALAM ALBUM MUSIK THE DARK SIDE OF THE MOON KARYA PINK FLOYD %X Musik Sebagai fenomena yang kompleks dan multidimensional mampu menyusup ke berbagai kehidupan sosial, menjadi medan aksentuasi batin antar jiwa yang mampu melintasi batas-batas identitas sosial seperti ras, etnisitas, budaya, ideologi, dan agama. Hal itu memungkinkan terbentuknya solidaritas emosional antar individu yang efektif, baik dalam ruang-ruang transendental maupun profan, mengiringi ritus keagamaan hingga aktivitas keseharian yang tampak banal. Pink Floyd menganggap musik sebagai sesuatu yang berguna bagi banyak orang terutama bagi para pendengaranya. Melalui karya-karyanya, Pink Floyd dianggap sebagai salah satu musisi populer yang mempunyai daya tarik tersendiri dikalangan para pecinta musik dunia. Album The Dark Side of the Moon diakui oleh banyak orang sebagai karya yang monumental album ini berisi perenungan transendental atas fenomena eksistensial manusia dari kelahiran hingga kematian. Dengan demikian memberikan perspektif baru mengenenai musik dan dimensi positif yang dapat memediasi refleksi pengalaman hidup manusia dalam melampaui sisi gelap yang hampir dirasakan semua umat manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika sosial Martin Heidegger yang berfokus pada fenomenologi dan faktisitas. Objek kajian dalam penelitian ini adalah keseluruhan lagu yang terdapat dalam album The Dark Side of the Moon yang dipahami sebagai satu kesatuan konsep album, meliputi Speak to Me, Breathe (In the Air), On the Run, Time, The Great Gig in the Sky, Money, Us and Them, Any Colour You Like, Brain Damage, dan Eclipse. Data utama penelitian diperoleh dari data primer, data sekunder dan data tersier. Data primer melalui analisis musikalitas, lirik lagu, komposisi bunyi serta konteks historis dan kultural yang melatarbelakangi lagu ini diciptakan. Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan data sekunder berupa berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, skripsi, dan dokumen lain yang relevan untuk mendukung analisis. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menelaah unsur-unsur yang terkandung dalam musik tersebut melalui tahapan reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil peneleitian yang telah dilakukan, menunjukan bahwa lagu yang terdapat dalam album The Dark Side of the Moon dicapai dengan hasil pertama, Fenomena moralitas transendental dalam lirik lagu sebagai fakta literer atau teks yang didasarkan atas peristiwa-peristiwa gelap Inggris dekade 1960-an dimana perang Vietnam yang berkepanjang mengugah kemarahan budaya tandingan hingga kematian ayah Roger Waters ketika bertugas sebagai supir ambulan dalam peperangan, LSD berkembang pesat hingga merusak kegeniusan legenda mereka yaitu Syd Barret hingga mengalami Skizofrenia, disisi lain kondisi sosial politik yang buruk turut mempengaruhi meudarnya kepercayaan nasional hingga muncul gerakan-gerakan tandingan yang mengakar, PHK Masal terbesar sepanjang sejarah, terorisme, pembunuhan enam prajurit Inggris, Depresi akibat tekanan pekerjaan, kecemasan terhadap kematian, krisis kesehatan mental dan kegilaan, semua fenomena tersebut melatar belakangi refleksi moralitas transendental yang dalam album ini, berdasarkan perspektif Heidegger hal tersebut dimaksud sebagai perenungan eksistensial dengan cara mencandra keseharian hingga menampakkan sisi terdalam dimensi ontologis kehidupan dan situasi manusia itu sendiri. Kedua, fakta moralitas sosial transendental dalam album The Dark Side of the Moon direfleksikan dengan cara menumbuhkan kesadaran atas keotentikanya sebagai potensi dasein dalam memahami keterlemparanya berada di dalam dunia. Kata Kunci: Musik, Moralitas Transendental, The Dark Side of the Moon, hermeneutika %K Musik, Moralitas Transendental, The Dark Side of the Moon %D 2026 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib77607