@phdthesis{digilib77660, month = {June}, title = {STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN AKTIF BAGI SISWA SLOW LEARNER: STUDI KASUS DI SD NEGERI 1 TRIRENGGO BANTUL TAHUN AJARAN 2025/2026}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22104010065 Ratna Pratiwi}, year = {2026}, note = {Asniyah Nailasariy, M.Pd.I.}, keywords = {Strategi Guru, Guru PAI, Pembelajaran Aktif, Slow Learner}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77660/}, abstract = {Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran paradigma pembelajaran dari pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered) menuju pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered). Hal ini menuntut guru untuk menerapkan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Namun, dalam implementasinya di SD Negeri 1 Trirenggo, Bantul, guru Pendidikan Agama Islam dihadapkan pada kondisi peserta didik yang beragam, termasuk adanya siswa slow learner. Keberadaan siswa slow learner di kelas reguler memerlukan pengelolaan pembelajaran yang lebih terarah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menerapkan pembelajaran aktif bagi siswa slow learner serta mengetahui hasil dari strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, guru wali kelas VI, siswa slow learner kelas VI, dan orang tua. Adapun teknik analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data peneltian ini dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menerapkan pembelajaran aktif bagi siswa slow learner dilakukan melalui asesmen diagnostik sebagai dasar perencanaan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran meliputi penggunaan ice breaking, penguatan apersepsi secara kontekstual, pendekatan personal, penggunaan bahasa yang sederhana, penggunaan metode variatif, serta pemanfaatan media interaktif. Penilaian mencakup asesmen formatif dan sumatif yang disesuaikan dengan kemampuan individual siswa. 2) Hasil dari strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa slow learner, yang ditandai dengan antusiasme, partisipasi aktif di kelas, dan meningkatnya pemahaman siswa.} }