TY - THES N1 - Dr. Maya Fitria, S.Psi., M.A., Psikolog ID - digilib77701 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77701/ A1 - Muhammad Rifqi, NIM.: 24200011073 Y1 - 2026/05/21/ N2 - Penelitian ini dilatarbelakangi oleh modernisasi yang hari ini melahirkan krisis spiritualitas dimasyarakat khususnya anak muda. Hal tersebut memunculkan kebutuhan akan ruang pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan spiritual tersebut. Ditengah kebutuhan itu forum ngaji filsafat hadir dengan model kajian keagamaan non-konvensional yang mengkombinasikan antara kajian filsafat dan kajian Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran fenomena ngaji filsafat di Masjid Jenderal Sudirman Yogyakarta serta menganalisis kontribusinya terhadap pembentukan spiritual well-being jamaah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari satu orang takmir Masjid Jenderal Sudirman, serta enam orang jamaah yang rutin mengikuti kegiatan ngaji filsafat serta dua orang yang pernah ikut kajian. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan, ngaji filsafat merupakan fenomena baru dalam kajian keagamaan kontemporer yang mengintegrasikan antara kajian filsafat dan kajian Islam. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang pembelajaran tetapi juga sebagai ruang transformasi pengalaman. Ngaji filsafat juga memiliki kontribusi pada pembentukan spiritual well-being jamaah berdasarkan empat domain utama dalam teori spiritual well-being Fisher. Pada domain personal jamaah mengalami peningkatan kesadaran diri, kemampuan refleksi, pengelolaan emosi, serta penerimaan diri. Pada domain komunal, terbentuk relasi sosial yang inklusif, empatik dan suportif. Pada domain environmental tumbuh kesadaran ekologis. Pada domain transendental jamaah mengalami pendalaman makna ibadah, penerimaan takdir, dan rasa syukur yang mendalam. Penelitian ini menunjukan bahwa ngaji filsafat dapat dilihat sebagai salah satu alternatif sarana untuk mengatasi krisis spiritual dalam bentuk praktik kajian keIslaman yang transformatif dan lebih modern. Ngaji filsafat tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk membentuk spiritual well-being. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - ngaji filsafat; spiritual well-being M1 - masters TI - FENOMENA NGAJI FILSAFAT DAN SPIRITUAL WELL-BEING (STUDI FENOMENOLOGIS JAMAAH NGAJI FILSAFAT MASJID JENDRAL SUDIRMAN YOGYAKARTA) AV - restricted EP - 145 ER -