<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>INKLUSIFITAS DIFABEL DALAM DUNIA OLAHRAGA (STUDI KASUS DI NATIONAL PARALYMPIC COMMITTEE KABUPATEN BANTUL)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 19102050073</mods:namePart><mods:namePart type="family">Suryanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini disusun oleh Suryanto dengan NIM 19102050073 yang&#13;
berjudul Inklusivitas Difabel dalam Dunia Olahraga: Studi Kasus National&#13;
Paralympic Committee Kabupaten Bantul. Penelitian ini membahas mengenai&#13;
inklusivitas dalam proses pembinaan atlet difabel di lingkungan National&#13;
Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Bantul. Fokus penelitian meliputi sarana&#13;
dan prasarana latihan, program latihan, kualitas pelatih, pemberian suplemen atlet,&#13;
kenyamanan atlet, jaminan kesehatan atlet, tim medis, uang bonus, uang&#13;
transportasi, serta pengalaman atlet dalam mengikuti ajang Pekan Paralympic&#13;
Daerah.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik&#13;
pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam. Informan dalam&#13;
penelitian ini terdiri atas 43 atlet, 12 pelatih, dan 3 pengurus National Paralympic&#13;
Committee Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan teori model moral&#13;
disabilitas, model medis disabilitas, model sosial disabilitas, serta teori advokasi&#13;
sebagai landasan analisis.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa National Paralympic Committee&#13;
Kabupaten Bantul pada dasarnya telah menerapkan prinsip inklusivitas dalam&#13;
pembinaan atlet difabel. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya modifikasi cabang&#13;
olahraga yang disesuaikan dengan kondisi disabilitas atlet, sehingga atlet dapat&#13;
mengikuti pembinaan dan latihan secara optimal. Selain itu, sebagian besar hak atlet&#13;
telah diberikan oleh National Paralympic Committee Kabupaten Bantul, meskipun&#13;
masih terdapat beberapa kekurangan dalam pemenuhan hak-hak atlet.&#13;
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian atlet mengalami hambatan dalam&#13;
proses pembinaan dan pengembangan prestasi. Hambatan tersebut muncul karena&#13;
masih adanya hak-hak atlet yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh organisasi.&#13;
Dalam pengalaman mengikuti ajang Pekan Paralympic Daerah (Peparda) IV,&#13;
pelaksanaan kegiatan dinilai sudah baik dan sesuai dengan standar nasional. Akan&#13;
tetapi, penelitian ini juga menemukan adanya indikasi tindakan yang mengarah&#13;
pada diskriminasi, yaitu dugaan kecurangan dalam kepanitiaan untuk membantu&#13;
salah satu kontingen National Paralympic Committee kabupaten tertentu agar&#13;
memperoleh juara umum. Dengan adanya kecurangan atau diskriminasi maka&#13;
target dari national paralympic committee kabupatent bantul banyak yang gagal di&#13;
bebarapa cabang olahraga.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">362.4 Permasalahan dan Layanan kepada Penyandang Cacat, Disabilitas</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>