@phdthesis{digilib77764, month = {July}, title = {PERAN PEREMPUAN DALAM PRAKTIK SOSIAL PENGELOLAAN RUANG HIJAU PERKOTAAN (STUDI KASUS KELOMPOK WANITA TANI HIJAU DAUN NYUTRAN, KELURAHAN WIROGUNAN, KOTA YOGYAKARTA)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22107020061 Nabilla Giri Anggraeni}, year = {2026}, note = {Kanita Khoirun Nisa, S.Pd., M.A.}, keywords = {Perempuan, Kelompok Wanita Tani, Pertanian Perkotaan}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77764/}, abstract = {Pertumbuhan perkotaan yang pesat akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan infrastruktur dan permukiman menyebabkan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Di Kota Yogyakarta, ketersediaan RTH masih di bawah standar ideal 30\% dari luas wilayah kota. Kondisi ini mendorong berkembangnya pertanian perkotaan sebagai alternatif pemanfaatan lahan sempit sekaligus upaya mempertahankan ruang hijau. Salah satu pelakunya adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berperan dalam pengelolaan lingkungan sekaligus pemberdayaan perempuan. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran KWT Hijau Daun dalam mengelola dan mempertahankan ruang hijau perkotaan, kegiatan yang dilakukan, tantangan, serta dampaknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Salda{\~n}a melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis menggunakan teori strukturasi dari Anthony Giddens yang menekankan hubungan timbal balik antara agen dan struktur dalam membentuk serta mereproduksi praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KWT Hijau Daun berperan dalam ketahanan pangan keluarga, sebagai ruang pembelajaran, dan sebagai edukator pertanian. Berdasarkan teori strukturasi, terdapat relasi dialektis antara agen dan struktur, dengan anggota KWT Hijau Daun memanfaatkan aturan dan sumber daya yang ada untuk menjalankan praktik pertanian perkotaan sekaligus mereproduksi struktur sosial berupa solidaritas, gotong royong, dan jaringan sosial. Keberadaan KWT Hijau Daun juga memberikan dampak, seperti meningkatnya interaksi sosial, penghematan pengeluaran rumah tangga, serta terciptanya lingkungan yang lebih asri.} }