%0 Thesis %9 Skripsi %A Fadhilatun Niha, NIM.: 22104040065 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2026 %F digilib:77772 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Kemampuan Literasi Matematis, Kecemasan Matematis, Siswa dengan Gangguan Penglihatan, Kelas Inklusi %P 384 %T ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS DAN KECEMASAN MATEMATIS SISWA DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN DI KELAS INKLUSI %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77772/ %X Pendidikan merupakan hak setiap individu, termasuk siswa dengan gangguan penglihatan di kelas inklusi. Literasi matematis dan kecemasan matematis merupakan aspek penting yang memengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematis dan kecemasan matematis siswa dengan gangguan penglihatan di kelas inklusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa dengan gangguan penglihat yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis kemampuan literasi matematis, angket kecemasan matematis, serta wawancara. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa dengan gangguan penglihatan berada pada kategori tinggi. Secara umum, siswa telah mampu memenuhi tiga indikator, yaitu merumuskan permasalahan, menggunakan atau menerapkan konsep dan prosedur matematika, serta menafsirkan hasil penyelesaian, meskipun sebagian siswa masih mengalami kesulitan pada indikator menggunakan dan menafsirkan. Sementara itu, kecemasan matematis siswa berada pada kategori sedang. Pada indikator mathematics knowledge/understanding, siswa masih mengalami kesulitan memahami materi dan menyelesaikan soal sehingga muncul rasa khawatir. Pada indikator somatik, sebagian siswa menunjukkan gejala fisik seperti jantung berdebar, gemetar, dan gelisah saat pembelajaran atau ujian matematika. Pada indikator kognitif, siswa masih memiliki kecenderungan berpikir negatif terhadap kemampuan matematikanya, tetapi tetap berusaha menyelesaikan permasalahan. Pada indikator Attitude, sebagian besar siswa menunjukkan sikap positif terhadap pembelajaran matematika, meskipun beberapa masih kehilangan fokus dan memerlukan bantuan teman ketika menghadapi soal yang sulit. %Z Dr. Sumbaji Putranto, M.Pd.