    {
      "subjects": [
        297.2
      ],
      "eprintid": 77794,
      "date": "2018-05",
      "userid": 12253,
      "documents": [
          {
            "language": "id",
            "placement": 2,
            "eprintid": 77794,
            "files": [
                {
                  "hash_type": "MD5",
                  "mtime": "2026-08-04 06:25:28",
                  "datasetid": "document",
                  "fileid": 1854990,
                  "objectid": 1069606,
                  "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/file\/1854990",
                  "mime_type": "application\/pdf",
                  "hash": "67d2dab3bc2e2ea63983383f0bfb8199",
                  "filesize": 1252991,
                  "filename": "DIALEKTIKA TEOLOGI ISLAM DI INDONESIA KRITIK MUI TERHADAP SYI’AH DAN BANTAHANNYA.pdf"
                }
            ],
            "content": "published",
            "rev_number": 3,
            "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/document\/1069606",
            "main": "DIALEKTIKA TEOLOGI ISLAM DI INDONESIA KRITIK MUI TERHADAP SYI’AH DAN BANTAHANNYA.pdf",
            "mime_type": "application\/pdf",
            "docid": 1069606,
            "format": "text",
            "security": "public",
            "pos": 2,
            "formatdesc": "DIALEKTIKA TEOLOGI ISLAM DI INDONESIA: KRITIK MUI TERHADAP SYI’AH DAN BANTAHANNYA"
          }
      ],
      "rev_number": 13,
      "creators": [
        {
          "name": {
            "lineage": null,
            "given": "-",
            "honourific": null,
            "family": "Robby Habiba Abror"
          }
        }
      ],
      "dir": "disk0\/00\/07\/77\/94",
      "keywords": "Teologi Islam, Indonesia, Syiah",
      "lastmod": "2026-08-04 06:26:03",
      "ispublished": "pub",
      "isbn": "978-602-6911-04-9",
      "pagerange": "61-84",
      "publisher": "FA Press",
      "metadata_visibility": "show",
      "date_type": "published",
      "eprint_status": "archive",
      "status_changed": "2026-08-04 06:26:03",
      "book_title": "Kalam Mewacanakan AKidah Meningkatkan Keimanan",
      "datestamp": "2026-08-04 04:00:40",
      "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/eprint\/77794",
      "full_text_status": "public",
      "refereed": "TRUE",
      "divisions": [
        "a-buku"
      ],
      "abstract": "Selain lima macam penyimpangan yang kemukakan \r\noleh Tim TPM MUI, juga dipaparkan di bagian akhir buku \r\nTPM tersebut tentang pergerakan Syi’ah di Indonesia dan \r\npenyebarannya, sikap dan respons MUI tentang Syi’ah, serta \r\nlampiran berupa Fatwa dan Pernyataan Ulama Indonesia \r\ntentang Hakikat dan Bahaya Syi’ah. Demikian pula dengan \r\nTim TPN juga menulis di bagian akhir bukunya tentang \r\n“Sikap dan Respons terhadap Pencipta Buku MMPSI (TPM) \r\nyang Mengatasnamakan MUI” dengan mengingatkan \r\nMUI agar memiliki fungsi mewujudkan persatuan umat \r\nIslam di Indonesia. Juga melampirkan berbagai pernyataan \r\ntokoh dan ulama Indonesia tentang mazhab Syi’ah, seperti \r\npernyataan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Rais Akbar \r\nNahdlatul Ulama, HAMKA, mantan Ketua MUI dan aktivis \r\nMuhammadiyah, Din Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melampirkan fatwa Syeikh Akbar \r\nMahmud Syaltut, Deklarasi Amman, Fatwa Syeikh Said \r\nAbdul Hafiz al-Hijjawi, Mufti Besar Jordania. \r\nKenyataannya memang tidak mudah menjembatani \r\ndialog Sunni-Syi’ah, kendatipun berbagai upaya ke arah \r\nitu telah banyak dilakukan. Bahkan, salah satu hasil Muk\r\ntamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan \r\npada 3-7 Agustus 2015 adalah “Membangun Dialog Sunni\r\nS y i’a h”. 41 Agenda tersebut baru diadakan di tingkat pusat, \r\nbelum dilaksanakan sampai tingkat ranting disebabkan \r\nsalah satunya masih kuatnya pemahaman awam dan peno\r\nlakan terhadap realitas yang berbeda.  \r\nKarena sejarah perkembangan pemikiran Islam di masa \r\nlalu berasal dari persoalan politik. Timbulnya persoalan \r\npolitik dalam sejarah Islam melahirkan ketegangan per\r\nspektif dalam kalam (teologi) sehingga muncul berbagai \r\naliran dalam Islam, tidak hanya dua kutub Sunni-Syi’ah, \r\ntetapi juga ada Khawarij, Murji’ah, Qadariyah, Jabariyah, \r\nMu’tazilah dengan lima ajaran pokoknya (al-ushul \r\nal-khamsah) dan inkuisisi (al-mihnah), Asy’ariyah, Matu\r\nridiyah, dan lain-lain",
      "type": "book_section",
      "title": "DIALEKTIKA TEOLOGI ISLAM DI INDONESIA: KRITIK MUI TERHADAP SYI’AH DAN BANTAHANNYA",
      "place_of_pub": "Yogyakarta"
    }