<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>DIALEKTIKA TEOLOGI ISLAM DI INDONESIA: KRITIK MUI TERHADAP SYI’AH DAN BANTAHANNYA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Robby Habiba Abror</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Selain lima macam penyimpangan yang kemukakan &#13;
oleh Tim TPM MUI, juga dipaparkan di bagian akhir buku &#13;
TPM tersebut tentang pergerakan Syi’ah di Indonesia dan &#13;
penyebarannya, sikap dan respons MUI tentang Syi’ah, serta &#13;
lampiran berupa Fatwa dan Pernyataan Ulama Indonesia &#13;
tentang Hakikat dan Bahaya Syi’ah. Demikian pula dengan &#13;
Tim TPN juga menulis di bagian akhir bukunya tentang &#13;
“Sikap dan Respons terhadap Pencipta Buku MMPSI (TPM) &#13;
yang Mengatasnamakan MUI” dengan mengingatkan &#13;
MUI agar memiliki fungsi mewujudkan persatuan umat &#13;
Islam di Indonesia. Juga melampirkan berbagai pernyataan &#13;
tokoh dan ulama Indonesia tentang mazhab Syi’ah, seperti &#13;
pernyataan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Rais Akbar &#13;
Nahdlatul Ulama, HAMKA, mantan Ketua MUI dan aktivis &#13;
Muhammadiyah, Din Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melampirkan fatwa Syeikh Akbar &#13;
Mahmud Syaltut, Deklarasi Amman, Fatwa Syeikh Said &#13;
Abdul Hafiz al-Hijjawi, Mufti Besar Jordania. &#13;
Kenyataannya memang tidak mudah menjembatani &#13;
dialog Sunni-Syi’ah, kendatipun berbagai upaya ke arah &#13;
itu telah banyak dilakukan. Bahkan, salah satu hasil Muk&#13;
tamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan &#13;
pada 3-7 Agustus 2015 adalah “Membangun Dialog Sunni&#13;
S y i’a h”. 41 Agenda tersebut baru diadakan di tingkat pusat, &#13;
belum dilaksanakan sampai tingkat ranting disebabkan &#13;
salah satunya masih kuatnya pemahaman awam dan peno&#13;
lakan terhadap realitas yang berbeda.  &#13;
Karena sejarah perkembangan pemikiran Islam di masa &#13;
lalu berasal dari persoalan politik. Timbulnya persoalan &#13;
politik dalam sejarah Islam melahirkan ketegangan per&#13;
spektif dalam kalam (teologi) sehingga muncul berbagai &#13;
aliran dalam Islam, tidak hanya dua kutub Sunni-Syi’ah, &#13;
tetapi juga ada Khawarij, Murji’ah, Qadariyah, Jabariyah, &#13;
Mu’tazilah dengan lima ajaran pokoknya (al-ushul &#13;
al-khamsah) dan inkuisisi (al-mihnah), Asy’ariyah, Matu&#13;
ridiyah, dan lain-lain</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.2 Teologi Islam, Aqidah dan Ilmu Kalam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2018-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>FA Press</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Book Section</mods:genre></mods:mods>