<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN SOPAN SANTUN ANAK CERDAS ISTIMEWA BAKAT ISTIMEWA DI  BIMBEL HAPPY HONEY BEE</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104080079</mods:namePart><mods:namePart type="family">Audie Firli Pamuncar</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode&#13;
Problem Solving untuk membangun karakter sopan santun anak Cerdas&#13;
Istimewa Bakat Istimewa dan untuk mengetahui hasil penggunaan metode&#13;
Problem Solving untuk membangun karakter sopan santun anak Cerdas&#13;
Istimewa Bakat Istimewa&#13;
Penelitian ini menggunakan Metode Single Subject Research (SSR)&#13;
dengan desain A-B-A teknik pengumpulan data melalui observasi,&#13;
pengamatan dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini ialah seorang anak&#13;
Cerdas Istimewa Bakat Istimewa yang merupakan siswa dari sekolah inklusi&#13;
dan merupakan murid di bimbel Happy Honey Bee. Adapun teknik&#13;
pengumpulan data menggunakan perhitungan Mean, Rentang Stabilitas,&#13;
Batas Atas, Batas Bawah dan Rata-Rata setiap nilai per 100 karena&#13;
menggunakan persentase%. Kemudian setiap perlakuan disertai dengan&#13;
tabel dan grafik. Berikut ini peneliti menggunakan pendekatan A (Baseline1)&#13;
yaitu fase mengamati pelaku, B (Intervensi) yaitu fase memberikan tindakan&#13;
terhadap pelaku, dan yang terakhir A (Baseline2) yaitu fase mengamati tanpa&#13;
adanya pemberian tindakan terhadap siswa.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada tahap awal pengamatan&#13;
sebelum diberikan perlakuan, tingkat kesopanan subjek berada pada kategori&#13;
"Cukup" dengan perolehan skor yang stagnan di angka 61% hingga 65%.&#13;
Terjadi peningkatan skor yang signifikan dari 68% hingga mencapai&#13;
puncaknya di 78% pada pengamatan ketiga. Meskipun sempat mengalami&#13;
(penurunan ke angka 70%-71%) pada pengamatan keempat dan kelima&#13;
sebagai bentuk stabilisasi nilai baru, skor kembali menguat dan stabil di angka&#13;
72% pada akhir intervensi. Skor yang berada di rentang sangat tinggi (di atas&#13;
80%) ini membuktikan bahwa nilai-nilai karakter telah berhasil secara&#13;
mendalam dan menetap menjadi pola perilaku baru. (2) Metode pemecahan&#13;
masalah terbukti efektif sebagai instrumen untuk membantu kesenjangan&#13;
antara kemampuan intelektual yang tinggi dan kematangan tingkah laku pada&#13;
anak Cerdas Istimewa Bakat Istimewa. Jika siswa ada perubahan maka&#13;
dituliskan dengan simbol (+) jika tidak ada perubahan (=) dan jika mengalami&#13;
penurunan maka digunakan simbol (-).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">371.36 Metode Pengajaran, Metode Pembelajaran</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>