@phdthesis{digilib77847, month = {July}, title = {ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN SIKAP TERHADAP MATEMATIKA SISWA DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22104040007 Maida Maulia Herdiani}, year = {2026}, note = {Dr. Sumbaji Putranto, M.Pd.}, keywords = {Kemampuan Komunikasi Matematis, Sikap Terhadap Matematika, Siswa Dengan Gangguan Penglihatan}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77847/}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis dan sikap terhadap matematika pada siswa dengan gangguan penglihatan di MAN 2 Sleman. Kemampuan komunikasi matematis dianalisis berdasarkan indikator Written Text, Mathematical Expression, dan Drawing/Representation, sedangkan sikap terhadap matematika berdasarkan aspek kognitif, afektif, dan konatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas tujuh siswa kelas X dengan gangguan penglihatan. Data dikumpulkan melalui tes, angket, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dengan gangguan penglihatan memiliki capaian yang berbeda pada setiap indikator. Pada indikator Written Text, siswa mampu mengidentifikasi informasi, menentukan konsep, dan menyampaikan penyelesaian secara tertulis, meskipun beberapa siswa masih memiliki keterbatasan dalam memberikan penjelasan secara lengkap. Pada indikator Mathematical Expression, siswa mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pemahaman konsep ke dalam bentuk rumus, simbol, notasi, dan prosedur penyelesaian secara tepat. Pada indikator Drawing/Representation, siswa mampu memahami dan menafsirkan informasi matematika dalam bentuk representasi untuk mendukung penyelesaian masalah. Secara keseluruhan, siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam Written Text dan Drawing/Representation, sedangkan pada Mathematical Expression masih ditemukan lebih banyak kesulitan dalam penggunaan rumus, simbol, notasi, dan prosedur penyelesaian. Sikap terhadap matematika menunjukkan kecenderungan positif pada aspek kognitif, afektif, dan konatif. Pada aspek kognitif, siswa memandang matematika sebagai mata pelajaran yang penting dan bermanfaat meskipun masih mengalami kesulitan pada beberapa materi. Pada aspek afektif, siswa menunjukkan respons emosional yang cenderung positif, seperti rasa senang, nyaman, dan tertarik terhadap pembelajaran matematika. Pada aspek konatif, siswa menunjukkan kemauan untuk tetap terlibat dalam pembelajaran melalui berbagai usaha memahami materi dan menyelesaikan permasalahan matematika. Secara keseluruhan, sikap terhadap matematika siswa dengan gangguan penglihatan menunjukkan kecenderungan positif.} }