<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN SIKAP TERHADAP MATEMATIKA SISWA DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104040007</mods:namePart><mods:namePart type="family">Maida Maulia Herdiani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi&#13;
matematis dan sikap terhadap matematika pada siswa dengan gangguan penglihatan&#13;
di MAN 2 Sleman. Kemampuan komunikasi matematis dianalisis berdasarkan&#13;
indikator Written Text, Mathematical Expression, dan Drawing/Representation,&#13;
sedangkan sikap terhadap matematika berdasarkan aspek kognitif, afektif, dan&#13;
konatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian&#13;
deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas tujuh siswa kelas X dengan&#13;
gangguan penglihatan. Data dikumpulkan melalui tes, angket, wawancara semi&#13;
terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan&#13;
Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan&#13;
verifikasi kesimpulan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis&#13;
siswa dengan gangguan penglihatan memiliki capaian yang berbeda pada setiap&#13;
indikator. Pada indikator Written Text, siswa mampu mengidentifikasi informasi,&#13;
menentukan konsep, dan menyampaikan penyelesaian secara tertulis, meskipun&#13;
beberapa siswa masih memiliki keterbatasan dalam memberikan penjelasan secara&#13;
lengkap. Pada indikator Mathematical Expression, siswa mengalami kesulitan&#13;
dalam mengungkapkan pemahaman konsep ke dalam bentuk rumus, simbol, notasi,&#13;
dan prosedur penyelesaian secara tepat. Pada indikator Drawing/Representation,&#13;
siswa mampu memahami dan menafsirkan informasi matematika dalam bentuk&#13;
representasi untuk mendukung penyelesaian masalah. Secara keseluruhan, siswa&#13;
menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam Written Text dan&#13;
Drawing/Representation, sedangkan pada Mathematical Expression masih&#13;
ditemukan lebih banyak kesulitan dalam penggunaan rumus, simbol, notasi, dan&#13;
prosedur penyelesaian.&#13;
Sikap terhadap matematika menunjukkan kecenderungan positif pada aspek&#13;
kognitif, afektif, dan konatif. Pada aspek kognitif, siswa memandang matematika&#13;
sebagai mata pelajaran yang penting dan bermanfaat meskipun masih mengalami&#13;
kesulitan pada beberapa materi. Pada aspek afektif, siswa menunjukkan respons&#13;
emosional yang cenderung positif, seperti rasa senang, nyaman, dan tertarik&#13;
terhadap pembelajaran matematika. Pada aspek konatif, siswa menunjukkan&#13;
kemauan untuk tetap terlibat dalam pembelajaran melalui berbagai usaha&#13;
memahami materi dan menyelesaikan permasalahan matematika. Secara&#13;
keseluruhan, sikap terhadap matematika siswa dengan gangguan penglihatan&#13;
menunjukkan kecenderungan positif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">510.7 Pendidikan Matematika</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-22</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>