%0 Thesis %9 Skripsi %A Nabila Jasmin Nanditya Henti, NIM.: 22104040020 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2026 %F digilib:77855 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Self-Efficacy, Kecemasan Matematika, Kemampuan Berpikir Aljabar, Structural Equation Modeling (SEM), PLS-SEM %P 325 %T STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) DALAM MENGANALISIS PENGARUH SELF-EFFICACY DAN KECEMASAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR PESERTA DIDIK SMAN DI KOTA YOGYAKARTA %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77855/ %X Kemampuan berpikir aljabar peserta didik Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh skor PISA 2022 yang hanya mencapai 366 dan jauh di bawah rata-rata OECD sebesar 472. Temuan ini diperkuat oleh berbagai penelitian di Indonesia. Rendahnya capaian ini diduga dipengaruhi faktor afektif, yaitu self-efficacy dan kecemasan matematika, namun penelitian yang mengintegrasikan kedua faktor tersebut menggunakan SEM masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self-efficacy dan kecemasan matematika terhadap kemampuan berpikir aljabar peserta didik SMAN di Kota Yogyakarta, baik secara parsial maupun simultan, berdasarkan konstruk laten yang dibentuk oleh indikator-indikator pengukurnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto yang bersifat korelasional, melibatkan 261 peserta didik kelas X dari SMAN 4, SMAN 5, dan SMAN 11 Yogyakarta yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen penelitian mencakup angket self-efficacy dan kecemasan matematika, serta tes untuk mengukur kemampuan berpikir aljabar. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling (SEM) pendekatan Partial Least Squares (PLS-SEM) model second‑order construct reflektif menggunakan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy, terutama pada aspek magnitude-strength (Magen), berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir aljabar (β = 0,183; p = 0,035), dengan keterkaitan paling menonjol pada aspek generational. Kecemasan matematika, yang paling dominan direpresentasikan oleh aspek kognitif-afektif (Kogafe), tidak berpengaruh langsung terhadap kemampuan berpikir aljabar (β = 0,137; p = 0,092), namun berpengaruh signifikan secara tidak langsung melalui self-efficacy (β = 0,091; p = 0,039) yang berperan sebagai mediator penuh. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 8,3% variansi kemampuan berpikir aljabar (R² = 0,083), sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain di luar model, seperti pemahaman konsep, kualitas pembelajaran, atau motivasi belajar, guna menjelaskan variansi yang tersisa. %Z Sintha Sih Dewanti, S.Pd.Si., M.Pd.Si.