<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) DALAM MENGANALISIS PENGARUH SELF-EFFICACY DAN KECEMASAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR PESERTA DIDIK SMAN DI KOTA YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104040020</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nabila Jasmin Nanditya Henti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kemampuan berpikir aljabar peserta didik Indonesia masih tergolong rendah,&#13;
sebagaimana ditunjukkan oleh skor PISA 2022 yang hanya mencapai 366 dan jauh&#13;
di bawah rata-rata OECD sebesar 472. Temuan ini diperkuat oleh berbagai&#13;
penelitian di Indonesia. Rendahnya capaian ini diduga dipengaruhi faktor afektif,&#13;
yaitu self-efficacy dan kecemasan matematika, namun penelitian yang&#13;
mengintegrasikan kedua faktor tersebut menggunakan SEM masih terbatas. Oleh&#13;
karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self-efficacy dan&#13;
kecemasan matematika terhadap kemampuan berpikir aljabar peserta didik SMAN&#13;
di Kota Yogyakarta, baik secara parsial maupun simultan, berdasarkan konstruk&#13;
laten yang dibentuk oleh indikator-indikator pengukurnya.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post&#13;
facto yang bersifat korelasional, melibatkan 261 peserta didik kelas X dari SMAN&#13;
4, SMAN 5, dan SMAN 11 Yogyakarta yang dipilih melalui stratified random&#13;
sampling. Instrumen penelitian mencakup angket self-efficacy dan kecemasan&#13;
matematika, serta tes untuk mengukur kemampuan berpikir aljabar. Analisis data&#13;
dilakukan dengan Structural Equation Modeling (SEM) pendekatan Partial Least&#13;
Squares (PLS-SEM) model second‑order construct reflektif menggunakan&#13;
SmartPLS 4.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy, terutama pada aspek&#13;
magnitude-strength (Magen), berpengaruh positif dan signifikan terhadap&#13;
kemampuan berpikir aljabar (β = 0,183; p = 0,035), dengan keterkaitan paling&#13;
menonjol pada aspek generational. Kecemasan matematika, yang paling dominan&#13;
direpresentasikan oleh aspek kognitif-afektif (Kogafe), tidak berpengaruh langsung&#13;
terhadap kemampuan berpikir aljabar (β = 0,137; p = 0,092), namun berpengaruh&#13;
signifikan secara tidak langsung melalui self-efficacy (β = 0,091; p = 0,039) yang&#13;
berperan sebagai mediator penuh. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan&#13;
8,3% variansi kemampuan berpikir aljabar (R² = 0,083), sehingga penelitian&#13;
selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain di luar model, seperti&#13;
pemahaman konsep, kualitas pembelajaran, atau motivasi belajar, guna&#13;
menjelaskan variansi yang tersisa.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">371.36 Metode Pengajaran, Metode Pembelajaran</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-15</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>