%0 Thesis %9 Skripsi %A Ananda Charisma Devi, NIM.: 19106030034 %B FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI %D 2026 %F digilib:77864 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K 6-shogaol; AT1R; antihipertensi; molecular docking; ADMET %P 68 %T UJI IN SILICO POTENSI 6-SHOGAOL DAN TURUNANNYA SEBAGAI AGEN ANTIHIPERTENSI TERHADAP RESEPTOR ANGIOTENSIN II TIPE-1 (AT1R) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77864/ %X Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah arteri secara persisten yang menjadi salah satu penyebab utama kematian dini dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Angiotensin Receptor Blockers (ARB) merupakan golongan obat antihipertensi yang bekerja dengan menghambat aktivasi Reseptor Angiotensin II Tipe-1 (AT1R), namun penggunaannya masih dapat menimbulkan efek samping pada sebagian pasien. Senyawa alami seperti 6-shogaol memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kandidat antihipertensi melalui pendekatan in silico. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi 6-shogaol dan turunannya sebagai inhibitor AT1R berdasarkan analisis molecular docking, sifat fisikokimia, dan profil farmakokinetik ADMET. Metode penelitian meliputi molecular docking menggunakan AutoDock Vina untuk menentukan nilai energi bebas ikatan (ΔG) dan interaksi residu asam amino, serta prediksi sifat fisikokimia dan ADMET menggunakan SwissADME, pkCSM, dan Protox-III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh senyawa uji memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) negatif terhadap AT1R. Senyawa 5k, 5j, dan 4d menunjukkan nilai ΔG yang lebih rendah dibandingkan beberapa obat golongan ARB, yaitu Olmesartan, Valsartan, dan Eprosartan, serta mampu membentuk interaksi ikatan hidrogen dan elektrostatik dengan residu kunci AT1R meliputi Arg167, Tyr35, dan Trp84. Sementara itu, senyawa lain menunjukkan afinitas pengikatan yang lebih lemah meskipun sebagian masih mampu berinteraksi dengan residu kunci AT1R. Berdasarkan evaluasi sifat fisikokimia dan profil ADMET, senyawa 5k dan 5j memenuhi parameter Lipinski dan Veber serta menunjukkan profil farmakokinetik yang mendukung pengembangan sebagai kandidat obat oral. Sebaliknya, senyawa 4d memiliki keterbatasan pada parameter sifat fisikokimia dan absorpsi, sedangkan senyawa lainnya masih memerlukan optimasi struktur lebih lanjut. Dengan demikian, senyawa 5k dan 5j berpotensi dikembangkan sebagai kandidat agen antihipertensi berbasis inhibitor AT1R. %Z Priyagung Dhemi Widiakongko, M.Sc.