<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>EKSPRESI BUDAYA DALAM KOMUNIKASI DIASPORA MASYARAKAT MADURA PERANTAU DI KOTA CILEGON BANTEN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24202011025</mods:namePart><mods:namePart type="family">Riki Arista</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena migrasi masyarakat Madura ke Kota&#13;
Cilegon sebagai kota industri yang multikultural, yang memunculkan pertanyaan&#13;
mengenai bagaimana komunitas perantau mempertahankan dan mengelola identitas&#13;
budayanya di tengah lingkungan sosial yang beragam. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk menganalisis bentuk-bentuk ekspresi budaya dalam komunikasi diaspora&#13;
masyarakat Madura perantau serta memahami pengelolaan komunikasi budaya&#13;
yang berlangsung dalam kehidupan mereka di Kota Cilegon, Banten. Penelitian&#13;
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh&#13;
melalui wawancara mendalam terhadap empat belas informan, observasi lapangan,&#13;
dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara integratif menggunakan Teori&#13;
Komunikasi Budaya Wilbur Schramm, Teori Interaksi Simbolik Mead dan Blumer,&#13;
Teori Dimensi Budaya Hofstede, serta Teori Adaptasi Budaya Young Yun Kim.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi budaya masyarakat Madura perantau&#13;
diwujudkan melalui penggunaan bahasa Madura sebagai simbol identitas,&#13;
pelestarian tradisi keagamaan seperti pengajian dan maulidan, penguatan solidaritas&#13;
sosial berbasis konsep taretan dhibi', partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan&#13;
lintas etnis, serta keberadaan warung sembako 24 jam sebagai media komunikasi&#13;
kultural. Pengelolaan komunikasi budaya diaspora berlangsung melalui proses&#13;
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi yang&#13;
berjalan secara organik berdasarkan kepercayaan komunal tanpa struktur formal&#13;
yang kaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi diaspora masyarakat&#13;
Madura tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga&#13;
sebagai strategi adaptasi yang aktif dan dinamis. Identitas budaya yang kuat terbukti&#13;
mampu mendukung keterbukaan sosial dan memperkuat harmoni dalam kehidupan&#13;
masyarakat multikultural.&#13;
Kata kunci: Ekspresi Budaya, Komunikasi Diaspora, Masyarakat Madura,&#13;
Identitas Budaya, Solidaritas Sosial, Cilegon.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Penyiaran Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-17</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>