TY - THES N1 - Irwanto, M.Pd. ID - digilib77905 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77905/ A1 - Hartini Berma Ningsi, NIM.: 22104090073 Y1 - 2026/06/05/ N2 - Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku bullying di lingkungan sekolah dasar, khususnya bullying verbal seperti ejekan dan berkata kasar yang berpotensi mengganggu perkembangan sosial peserta didik. Dalam konteks tersebut, kepala madrasah memiliki posisi strategis dalam mengarahkan kebijakan, pembinaan karakter, pengawasan, dan koordinasi sekolah dalam upaya pencegahan bullying. Implementasi dari peran kepala madrasah dalam penelitian ini menggunakan teori peran sebagai landasan konseptual, konsep E. Mulyasa sebagai indikator operasional, dan OBPP sebagai kerangka analisis pencegahan bullying. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala madrasah, wakil bagian kesiswaan, guru, tim TPPK, wali murid, dan peserta didik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan Kesimpulan atau verifikasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah telah menjalankan perannya dalam pencegahan bullying sesuai konsep E. Mulyasa yaitu sebagai educator melalui pendidikan karakter dan pembiasaan religius; sebagai manager melalui koordinasi program dan pembagian tugas; sebagai administrator melalui pengelolaan tata tertib dan pencatatan kasus; sebagai supervisor melalui pengawasan perilaku siswa dan pemanfaatan CCTV; sebagai leader melalui keteladanan, pengambilan keputusan, dan penyelesaian konflik; sebagai innovator melalui pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta, media edukatif, dan kolaborasi eksternal; serta sebagai motivator melalui pembinaan, motivasi, penguatan nilai moral, religius. Namun, efektivitas pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala, seperti mekanisme pencegahan yang masih banyak bergantung pada penanganan kasus, implementasi program yang belum konsisten, rendahnya keberanian siswa untuk melapor, serta SOP antibullying belum diterapkan secara khusus. Selain itu, Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) belum sepenuhnya berjalan sesuai struktur formal yang ditetapkan. Faktor pendukung meliputi kerja sama guru, wali kelas, orang tua, komite sekolah, dan pihak eksternal, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan pengawasan, rendahnya budaya pelaporan, anggapan bullying verbal sebagai bercanda, dan kurangnya kepedulian sebagian orang tua. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan bullying di MI Sultan Agung Sleman telah berjalan, namun masih memerlukan penguatan sistem dan prosedur agar lebih efektif dan berkelanjutan. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Peran Kepala Madrasah; Bullying M1 - skripsi TI - PERAN KEPALA MADRASAH DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN BULLYING DI MI SULTAN AGUNG SLEMAN AV - restricted EP - 252 ER -