<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KOMUNIKASI LINTAS AGAMA&#13;
DALAM MEMBANGUN IDENTITAS&#13;
KEBERAGAMAAN INKLUSIF DI SIMPUL IMAN&#13;
COMMUNITY YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 23202011004</mods:namePart><mods:namePart type="family">Yunita Hemalia</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian  ini  menganalisis  bagaimana  praktik  komunikasi  lintas  agama  di&#13;
Simpul Tman Community (STMC) Yogyakarta dalam mengonstruksi identitas keberagamaan   inklusif   &#13;
diantara   para   anggotanya.   Urgensi   penelitian   ini didasari oleh kebutuhan untuk menelaah &#13;
mekanisme komunikasi yang dapat mengubah cara pandang individu menjadi lebih inklusif dan humanis &#13;
di tengah risiko   konflik   horizontal   dalam   masyarakat   multikultural.   Metodologi &#13;
penelitian  yang  digunakan  adalah  kualitatif  dengan  pendekatan  studi  kasus tunggal dan &#13;
paradigma fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam  terhadap  14  informan  &#13;
(pengurus,  anggota,  pendamping,  tokoh agama dan mitra eksternal), observasi partisipan, serta &#13;
studi dokumentasi yang kemudian  dianalisis  menggunakan  model  interaktif  Miles  dan  Huberman. &#13;
Hasil   penelitian   mengungkap   bahwa   konstruksi   identitas   keberagamaan inklusif  &#13;
berlangsung  melalui  proses  reduksi  prasangka  yang  dimediasi  oleh STMC sebagai ruang &#13;
fasilitator pertemuan lintas agama. Tnteraksi yang bersifat repetitif, intensif, dan substantif &#13;
berhasil mereduksi prasangka antar kelompok melalui  peningkatan  pengetahuan  lintas  agama  dan  &#13;
pembentukan  hubungan interpersonal yang menekankan dimensi afektif. Praktik komunikasi dialogis &#13;
dalam komunitas ini tercipta dalam iklim yang  sehat, terbuka, dan  humanis karena didukung oleh &#13;
kedekatan emosional (bonding) melalui aktivitas kolektif seperti  live-in,  diskusi  santai,  dan  &#13;
budaya  populer.  Tdentitas  sosial  anggota terbentuk dalam pola dual in-group membership yaitu &#13;
sebagai pemeluk agama tertentu sekaligus bagian dari STMC, dimana keterbukaan terhadap agama lain &#13;
tetap  berakar  kuat  pada  iman  masing-masing  dan  bukan  merupakan  bentuk relativisme. Proses &#13;
ini termanifestasi dalam nilai passing over to coming back, yaitu keberanian melintasi batas &#13;
keagamaan untuk kemudian kembali dengan perspektif  yang  lebih  reflektif  dan  kaya  terhadap  &#13;
agamanya  sendiri.  Secara keseluruhan,  sikap  inklusif  di  STMC  merupakan  hasil  pengalaman  &#13;
langsung melalui  dialog  dan  kolaborasi  sosial  yang  efektif  membangun  kepercayaan antarumat &#13;
beragama di tengah pluralitas konteks Yogyakarta.&#13;
Kata  kunci     Simpul  Tman  Community  Yogyakarta,  Komunikasi  Lintas&#13;
Agama, Tdentitas Keberagamaan Tnklusif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Penyiaran Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>