@phdthesis{digilib77913, month = {May}, title = {EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN KONTEKS KESEHATAN TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 20104040046 Tasya Alma Qolbi}, year = {2026}, note = {Prof. Dr. Ibrahim, S.Pd., M.Pd.}, keywords = {Problem Based Learning; kesehatan;kemampuan koneksi matematis}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77913/}, abstract = {Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model Problem Based Learning daripada pembelajaran konvensional terhadap kemampuan koneksi matematis berdasarkan konteks kesehatan pada siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experimental design dengan desain nonequivalent control group design. Variabel penelitian terdiri dari satu variabel bebas berupa pembelajaran dengan model Problem Based Learning dengan konteks kesehatan dan satu variabel terikat berupa kemampuan koneksi matematis. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 3 Godean tahun ajaran 2024/2025 dengan sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang berjumlah 60 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling sehingga kelas VII D dan VII C mewakili populasi penelitian. Kelas VII D sebagai kelas eksperimen dengan model Problem Based Learning berkonteks kesehatan. Kelas VII C sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen pretest dan posttest serta catatan lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan independent sample t-test dan effect size. Analisis data dilakukan dengan bantuan software SPSS 27 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan positif dan adanya efek sedang dari model Problem Based Learning dengan konteks kesehatan terhadap kemampuan koneksi matematis siswa SMP. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak adanya perbedaan rata-rata pada nilai pretest kelas eksperimen dan kontrol yang signifikan. Kemudian, dilihat dari rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen signifikan lebih besar dibandingkan kelas kontrol sehingga konteks kesehatan lebih efektif dibandingkan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan koneksi matematis siswa.} }