%0 Thesis %9 Skripsi %A Muti’ah, NIM.: 21104060024 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2026 %F digilib:77914 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K korosi; inhibitor alami; kulit nanas; desain praktikum %P 63 %T ANALISIS DESAIN PRAKTIKUM PEMBUATAN INHIBITOR DARI EKSTRAK KULIT NANAS BAGI PEMBELAJARAN KIMIA MATERI KOROSI %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77914/ %X Pelaksanaan praktikum kimia di sekolah masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan alat dan bahan, biaya yang tinggi, serta risiko keselamatan di laboratorium. Pemanfaatan bahan alam, seperti kulit nanas yang mengandung senyawa tanin, berpotensi digunakan sebagai inhibitor alami sehingga dapat menjadi alternatif praktikum yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan ekstrak kulit nanas sebagai alternatif desain praktikum, menentukan laju korosi dan efisiensi inhibisi, serta menilai kelayakan ekstrak kulit nanas sebagai inhibitor korosi besi dalam pembelajaran kimia di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research (DBR). Tahapan penelitian meliputi identifikasi dan analisis masalah, pengembangan solusi, evaluasi dan uji coba berulang, serta refleksi untuk penyempurnaan desain. Hasil identifikasi dan analisis masalah menunjukkan bahwa kegiatan praktikum korosi belum sesuai dengan ATP. Solusi yang dikembangkan berupa desain praktikum pembuatan inhibitor korosi dari ekstrak kulit nanas melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, dilanjutkan dengan preparasi sampel logam besi, pembuatan variasi konsentrasi inhibitor, penggunaan media korosif NaCl, serta pengamatan laju korosi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menilai efektivitas inhibitor dan kelayakan desain praktikum yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit nanas dapat digunakan sebagai inhibitor alami korosi besi. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak kulit nanas, semakin rendah laju korosi yang terjadi. Laju korosi tertinggi diperoleh pada plat besi tanpa inhibitor 0% sebesar 0,00225 g/cm²·hari, sedangkan laju korosi terendah diperoleh pada konsentrasi inhibitor 20% sebesar 0,0005 g/cm²·hari, dengan efisiensi inhibisi mencapai 88,88%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit nanas berpotensi digunakan sebagai alternatif desain praktikum sederhana, aman, dan kontekstual dalam pembelajaran kimia di sekolah. %Z Retno Aliyatul Fikroh, M.Sc.