%A NIM:: 24205031025 Alifia Rizqa Unzila %O Dr. Adib Sofia, S. S., M. Hum. %T REPRESENTASI LOKALITAS ACEH DALAM AL-QUR’AN AL-KARIM DAN TERJEMAHAN BEBAS BERSAJAK DALAM BAHASA ACEH KARYA TGK. MAHJIDDIN JUSUF %X Setiap upaya pembahasalokalan Al-Qur’an ke dalam bahasa daerah tidak terlepas dari berbagai nilai dan norma budaya daerah setempat sebagai bahasa sasaran. Salah satu contohnya termanifestasi dalam sebuah magnum opus karya Tgk. Mahjiddin Jusuf yang berjudul Al-Qur’an Al-Karim dan Terjemahan Bebas Bersajak dalam Bahasa Aceh, yang merepresentasikan lokalitas Aceh melalui gaya penerjemahan, tata krama, serta dan unsur sosial-budaya masyarakat Aceh. Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini membahas dua masalah. Pertama, bentuk-bentuk lokalitas Aceh yang terdapat dalam terjemahan Tgk. Mahjiddin Jusuf. Kedua, faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya lokalitas Aceh dalam terjemahan tersebut. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif berbasis library research (studi kepustakaan) dengan objek material berupa teks-teks terjemahan Al-Qur’an karya Tgk. Mahjiddin Jusuf yang mengandung unsur-unsur lokalitas Aceh. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan teori vernakularisasi Anthony H. Johns untuk mengidentifikasi dan menjelaskan bentuk-bentuk lokalitas dalam terjemahan tersebut. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori hermeneutika Hans-Georg Gadamer, sehingga dapat mengungkap faktor-faktor yang melatarbelakangi praktik lokalitas tersebut. Hasil penelitian menjukkan bahwa lokalitas Aceh pada terjemahan karya Tgk. Mahjiddin Jusuf terwujud melalui internalisasi tulisan berupa tata bahasa berbentuk nazam atau sajak Aceh, penggunaan komunikasi dalam tingkatan bahasa sebagai representasi tata krama sosial, adaptasi tradisi masyarakat, penggunaan istilah khas, representasi lingkungan serta penggambaran kehidupan sosial masyarakat Aceh. Adapun faktor yang melatarbelakangi representasi tersebut, meliputi keterpengaruhan sejarah penerjemah oleh perkembangan sastra Aceh dan lingkungan sosial-budaya, pra-pemahaman yang dibentuk oleh latar keilmuan, pengalaman kesastraan dan strategi domestikasi penerjemah, serta penyatuan horizon antara pesan-pesan Al-Qur’an dengan horizon penerjemah dan budaya Aceh yang melahirkan bentuk penerjemahan bercorak lokal. %K Lokalitas Aceh; Terjemahan Al-Qur’an Bersajak; Bahasa Aceh, hermeneutika %D 2026 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib77920