TY - THES N1 - Siti Maimunah, S.Ag., M.Hum. ID - digilib77921 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77921/ A1 - Ana Dintya Fitri Jasmina, NIM.: 21101020021 Y1 - 2026/06/02/ N2 - Kesultanan Banten pada abad ke-17 di bawah kepemimpinan Sultan Abdul Mufakhir berkembang sebagai pusat perdagangan internasional dan sekaligus pusat penyebaran Islam di pesisir barat Jawa; posisi pelabuhan Banten menarik arus pedagang dan sarjana dari Asia dan Timur Tengah, sehingga mengalami intensifikasi pertukaran intelektual dan jaringan keagamaan. Dalam konteks persaingan regional dan tekanan VOC, Sultan Abdul Mufakhir memanfaatkan legitimasi religius sebagai instrumen politik untuk memperkuat klaim kekuasaan dan kohesi sosial. Penelitian ini menelaah relasi politik-keagamaan antara Sultan Abdul Mufakhir dengan Syarif Zayd ibn Muhsin pada tahun 1636?1638 M, dengan tujuan memahami bagaimana hubungan itu membentuk legitimasi politik dan identitas keislaman Banten. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan politik-keagamaan dan teori simbiotik. Tahapan penelitian meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer yang digunakan adalah Serat Banten, sedangkan sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal yang berkaitan dengan sejarah Kesultanan Banten, Mekkah, dan jaringan ulama Islam. Analisis data dilakukan secara induktif dengan mengaitkan fakta-fakta historis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan tersebut. Hasil penelitian mengungkap bahwa selama masa Sultan Abdul Mufakhir (1636?1638 M) hubungan langsung dengan Syarif Zayd ibn Muhsin melampaui simbolik religius dan berfungsi sebagai perangkat politik-keagamaan terencana. Permintaan dan penerimaan pengakuan dari Syarif Zayd, pertukaran surat dan utusan, serta koordinasi dukungan ulama menegaskan otoritas religius Sultan Abdul Mufakhir di kancah regional. Hubungan ini membantu merasionalisasi keputusan politik istana, memberikan dasar ritual dan hukum yang memperkuat klaim sultan sebagai pemimpin Muslim yang sah, dan mendorong pembentukan atau penguatan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Banten yang menerima legitimasi transnasional. Dalam konteks tekanan VOC dan persaingan dengan pusat-pusat kekuasaan lokal, legitimasi yang dikomodifikasi melalui jaringan Syarif Zayd meningkatkan kapasitas diplomatik dan moral Banten, memperkuat kohesi sosial berbasis agama, dan mengintegrasikan Kesultanan Banten lebih erat ke jaringan ulama dan otoritas keagamaan internasional pada paruh pertama abad ke-17 M. Kata kunci: hubungan politik, keagamaan, Banten, Mekkah, jaringan ulama PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - hubungan politik KW - keagamaan KW - Banten KW - Mekkah KW - jaringan M1 - skripsi TI - HUBUNGAN POLITIK-KEAGAMAAN SULTAN ABDUL MUFAKHIR BANTEN DENGAN SYARIF ZAYD IBN MUHSIN TAHUN 1636-1638 M AV - restricted EP - 123 ER -