<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>FRAGMEN AYAT AL-QUR’AN DALAM RITUAL&#13;
PEMBACAAN KITAB MUNTAKHAB AḤĀDĪṠ: STUDI ATAS&#13;
TA’LIM JAMAAH TABLIGH DI PONDOK PESANTREN AL&#13;
IBANAH, WONOGIRI JAWA TENGAH</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 21105030103</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nanda Alfiyah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan&#13;
pendekatan kualitatif dan menggunakan perspektif Living Qur’an dengan jenis&#13;
resepsi fungsional. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.&#13;
Informan dalam penelitian ini terdiri atas pengasuh pesantren, ustazah, serta santri&#13;
yang mengikuti kegiatan ta'līm Muntakhab Aḥādīṡ. Data yang terkumpul dianalisis&#13;
menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pembacaan kitab Muntakhab&#13;
Aḥādīṡ di Pondok Pesantren Al Ibanah merupakan bagian dari kegiatan ta'līm yang&#13;
dilaksanakan secara rutin sebagai sarana pembinaan keagamaan santri. Pembacaan&#13;
kitab dilakukan secara langsung berdasarkan teks yang terdapat dalam kitab tanpa&#13;
adanya penambahan maupun pengurangan. Tradisi tersebut bertujuan untuk&#13;
meningkatkan keimanan, membentuk kebiasaan beramal, serta menanamkan nilainilai&#13;
Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kitab Muntakhab Aḥādīṡ juga berfungsi&#13;
sebagai sarana internalisasi nilai-nilai yang berkaitan dengan enam sifat para&#13;
sahabat (ushul as-sittah) yang menjadi dasar pembinaan dalam Jamaah Tabligh.&#13;
Adapun pemaknaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam kitab Muntakhab Aḥādīṡ&#13;
menunjukkan bahwa kiai dan santri tidak hanya memahami ayat sebagai teks&#13;
keagamaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang mendorong pengamalan nilainilai&#13;
Islam. Kiai memaknai ayat-ayat tersebut sebagai penguat keimanan dan&#13;
motivasi beramal, sedangkan santri memaknainya melalui pengalaman mengikuti&#13;
ta'līm secara rutin sehingga ayat-ayat tersebut membentuk pemahaman, sikap, dan&#13;
praktik keagamaan mereka. Dalam perspektif Living Qur’an, tradisi pembacaan&#13;
kitab Muntakhab Aḥādīṡ di Pondok Pesantren Al Ibanah menunjukkan adanya&#13;
resepsi fungsional terhadap Al-Qur’an, yaitu ketika ayat-ayat Al-Qur’an tidak&#13;
hanya dibaca dan dipahami, tetapi juga difungsikan sebagai sarana pembentukan&#13;
xv&#13;
karakter, motivasi beramal, dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian&#13;
ini menegaskan bahwa tradisi pembacaan Muntakhab Aḥādīṡ merupakan sistem&#13;
dakwah dan pendidikan yang terstruktur, di mana teks Al-Qur’an dan hadis&#13;
diresepsi secara fungsional untuk membentuk hierarki, penguatan iman, dan&#13;
keberlanjutan identitas Jamaah Tabligh.&#13;
Kata Kunci: Kitab Muntakhab Aḥādīṡ, Pondok Pesantren Al Ibanah Wonogiri,&#13;
Jamaah Tabligh, Resepsi Fungsional, Tradisi Ta’lim.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Ilmu Alqur’an dan Tafsir </mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>