<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERAN NILAI AGAMA DAN SPIRITUALITAS LINGKUNGAN RELAWAN DALAM&#13;
MENGHADAPI KRISIS SAMPAH DI YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22105040054</mods:namePart><mods:namePart type="family">Erni Widiyanti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Krisis sampah di Yogyakarta tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis&#13;
pengelolaan lingkungan, namun dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam&#13;
memperlakukan lingkungan. Tingginya penggunaan plastik sekali pakai dan kebiasaan&#13;
membuang sampah sembarangan menunjukkan adanya kesenjangan antara ajaran agama&#13;
dengan praktek kehidupan sehari-hari. Melihat kondisi tersebut Gerakan Sedekah Sampah&#13;
(GSS) yang diasosiasikan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM DIY hadir sebagai&#13;
gerakan dakwah sosial lingkungan yang mengintegrasikan nilai agama dengan praktik&#13;
pengelolaan sampah. Berdasarkan fenomena tersebut perlu mengkaji implementasi nilai agama&#13;
dan pemaknaan spiritualitas lingkungan oleh relawan dalam GSS.&#13;
Penelitian berlokasi di Masjid Al-Muharram, Kampung Brajan, Tamantirto, Kabupaten&#13;
Bantul, DIY, menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Data diperoleh&#13;
melalui observasi partisipastif, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data&#13;
dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpula. Analisis penelitian&#13;
menggunakan teori ekoteologi Seyyed Hossein Nasr.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa GSS merupakan gerakan pengelolaan sampah&#13;
berbasis komunitas, sekaligus sebagai ruang pembentukan kesadaran spiritual ekologis.&#13;
Melalui nilai-nilai keagamaan yang ditransmisikan dalam gerakan dapat mengubah perilaku&#13;
relawan dengan pengimplementasian nilai melalui praktik memilah, mengelola, dan&#13;
menyedekahkan sampah, serta pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari&#13;
tindakan sosial ekologis. Semetar itu, pemaknaan spritualitas lingkungan dapat membentuk&#13;
kesadaran relawan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari praktek ibadan dan&#13;
tanggung jawab moral manusia terhadap alam. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan&#13;
bahwa pendekatan keagamaan memiliki potensi dalam membangun kesadaran ekologis&#13;
masyarakat dan menghadirkan bentuk keberagamaan yang lebih kontekstual terhadap&#13;
persoalan krisis lingkungan di masyarakat modern.&#13;
Kata Kunci: Gerakan Sedekah Sampah, Nilai Agama, Spiritualitas Lingkungan, Ekologis,&#13;
Kesadaran Ekologis</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">306.6 Sosiologi - Agama</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>