<didl:DIDL xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:didl="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS" xmlns:dii="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS" xmlns:dip="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DIP-NS" xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/" DIDLDocumentId="http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77939" xsi:schemaLocation="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/did/didl.xsd urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dii/dii.xsd urn:mpeg:mpeg21:2005:01-DIP-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dip/dip.xsd">
  <didl:Item>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dii:Identifier>http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77939</dii:Identifier>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dcterms:modified>2026-08-19T03:31:32Z</dcterms:modified>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Component>
      <didl:Resource mimeType="application/xml" ref="https://digilib.uin-suka.ac.id/cgi/export/eprint/77939/DIDL/digilib-eprint-77939.xml"/>
    </didl:Component>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/descriptiveMetadata</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/xml">
          <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
        <dc:relation>https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77939/</dc:relation>
        <dc:title>ANALISIS MAKNA BUKHL DAN SYUHH DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR BAYANI BINTU AL-SYATI</dc:title>
        <dc:creator>Siti Muti'atul Khasanah, NIM.: 22105030096</dc:creator>
        <dc:subject>Ilmu Alqur’an dan Tafsir </dc:subject>
        <dc:description>Dalam sistem etika-religius Al-Qur’an, kikir merupakan salah satu karakter moral negatif yang diekspresikan melalui dua lafaz, yaitu Bukhl dan Syuḥḥ. Kedua lafaz tersebut umumnya dipahami sebagai “kikir” atau “pelit”, sehingga memunculkan perdebatan mengenai apakah keduanya merupakan sinonim (tarāduf) atau memiliki makna yang berbeda. Sebagian mufassir, seperti Fakhr al-Dīn al-Rāzī dan al-Qurṭubī, memandang keduanya sebagai sinonim, sedangkan mufassir lain seperti al-Baghawī, al-Zamakhsyarī, Ibn ‘Aṭiyyah, al-Suyūṭī, dan Ibn Kaṡīr menegaskan adanya perbedaan makna antara keduanya. Perdebatan tersebut berkaitan dengan isu yang lebih luas mengenai keberadaan sinonimitas dalam Al-Qur’an. Sejauh penelusuran penulis, kajian tentang Bukhl dan Syuḥḥ masih terbatas pada penafsiran ayat-ayat tertentu dan belum dianalisis secara menyeluruh melalui penyusunan ayat-ayat terkait secara tematik-kronologis untuk menelusuri dalālah siyāqiyyah kedua lafaz tersebut dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan mengkaji makna Bukhl dan Syuḥḥ berdasarkan perspektif anti-sinonimitas (lā tarāduf) yang dikembangkan oleh Bintu al-Syāṭi’. Menurut Bintu al-Syāṭi’, tidak ada dua kata dalam Al-Qur’an yang memiliki makna identik secara sempurna. Setiap lafaz mengandung karakteristik makna yang khas, baik secara dasar maupan dalam konteks penggunaannya dalam ayat.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan anti-sinonimitas (lā tarāduf) Bintu al-Syāṭi’. Analisis dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu pengumpulan ayat secara tematik, penyusunan ayat berdasarkan kronologi pewahyuan, dan analisis makna leksikal. Ketiga tahapan tersebut digunakan untuk menelusuri dalālah aṣliyyah (makna dasar) dan dalālah siyāqiyyah (makna kontekstual) dari seluruh ayat yang memuat lafaz Bukhl dan Syuḥḥ dalam Al-Qur’an.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bukhl dan Syuḥḥ merupakan dua lafaz yang memiliki nuansa makna berbeda. Secara dalālah aṣliyyah, Bukhl bermakna lawan dari sifat dermawan (ḍidd al-karam), sedangkan Syuḥḥ merupakan Bukhl yang disertai sifat tamak (al-bukhl ma‘a al-ḥirṣ). Secara dalālah siyāqiyyah, lafaz Bukhl ditemukan sebanyak 12 kali dalam&#13;
PENGESAHAN TUGAS AKHIR&#13;
xxiii&#13;
Al-Qur’an dan menunjukkan tiga kecenderungan makna, yaitu pengingkaran terhadap janji Allah di akhirat, pengingkaran terhadap nikmat Allah di dunia, serta perilaku yang mencelakakan diri sendiri. Adapun lafaz Syuḥḥ ditemukan sebanyak 5 kali dengan tiga kecenderungan makna, yaitu egoisme yang mengutamakan kepentingan diri di atas kepentingan bersama, kecenderungan untuk mempertahankan kepentingan diri yang menjadi penghambat tercapainya proses iṣlāḥ, dan dorongan mempertahankan harta dalam konteks sosial. Analisis tematik-kronologis menunjukkan bahwa ayat-ayat Bukhl cenderung berkaitan dengan relasi manusia dengan Allah, yang mencakup pengingkaran terhadap janji dan nikmat-Nya, baik dalam konteks eskatologis pada periode Makkiyah maupun dalam konteks sosial-keagamaan pada periode Madaniyah. Sementara itu, ayat-ayat Syuḥḥ yang seluruhnya tergolong Madaniyah lebih dominan menyoroti relasi sosial antarmanusia, terutama dalam konteks konflik kepentingan dan upaya iṣlāḥ, sebagai manifestasi dari kondisi batin manusia dalam relasinya dengan Allah. Temuan ini menguatkan konsep lā tarāduf Bintu al-Syāṭi’ bahwa setiap lafaz Al-Qur’an memiliki karakteristik makna yang khas sesuai konteks penggunaannya.&#13;
Kata kunci: Bukhl, Syuḥḥ, la tarāduf, dalālah aṣliyyah, dalālah siyāqiyyah</dc:description>
        <dc:date>2026-07-06</dc:date>
        <dc:type>Thesis</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77939/1/22105030096_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf</dc:identifier>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77939/2/22105030096_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Siti Muti'atul Khasanah, NIM.: 22105030096  (2026) ANALISIS MAKNA BUKHL DAN SYUHH DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR BAYANI BINTU AL-SYATI.  Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.   </dc:identifier></oai_dc:dc>
        </didl:Resource>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/objectFile</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="text" ref="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77939/1/22105030096_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/objectFile</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="text" ref="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77939/2/22105030096_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/humanStartPage</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/html" ref="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77939/"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
  </didl:Item>
</didl:DIDL>