TY - THES N1 - Nafisatul Mu?Awwanah, M.A ID - digilib77939 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77939/ A1 - Siti Muti'atul Khasanah, NIM.: 22105030096 Y1 - 2026/07/06/ N2 - Dalam sistem etika-religius Al-Qur?an, kikir merupakan salah satu karakter moral negatif yang diekspresikan melalui dua lafaz, yaitu Bukhl dan Syu??. Kedua lafaz tersebut umumnya dipahami sebagai ?kikir? atau ?pelit?, sehingga memunculkan perdebatan mengenai apakah keduanya merupakan sinonim (tar?duf) atau memiliki makna yang berbeda. Sebagian mufassir, seperti Fakhr al-D?n al-R?z? dan al-Qur?ub?, memandang keduanya sebagai sinonim, sedangkan mufassir lain seperti al-Baghaw?, al-Zamakhsyar?, Ibn ?A?iyyah, al-Suy???, dan Ibn Ka??r menegaskan adanya perbedaan makna antara keduanya. Perdebatan tersebut berkaitan dengan isu yang lebih luas mengenai keberadaan sinonimitas dalam Al-Qur?an. Sejauh penelusuran penulis, kajian tentang Bukhl dan Syu?? masih terbatas pada penafsiran ayat-ayat tertentu dan belum dianalisis secara menyeluruh melalui penyusunan ayat-ayat terkait secara tematik-kronologis untuk menelusuri dal?lah siy?qiyyah kedua lafaz tersebut dalam Al-Qur?an. Penelitian ini bertujuan mengkaji makna Bukhl dan Syu?? berdasarkan perspektif anti-sinonimitas (l? tar?duf) yang dikembangkan oleh Bintu al-Sy??i?. Menurut Bintu al-Sy??i?, tidak ada dua kata dalam Al-Qur?an yang memiliki makna identik secara sempurna. Setiap lafaz mengandung karakteristik makna yang khas, baik secara dasar maupan dalam konteks penggunaannya dalam ayat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan anti-sinonimitas (l? tar?duf) Bintu al-Sy??i?. Analisis dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu pengumpulan ayat secara tematik, penyusunan ayat berdasarkan kronologi pewahyuan, dan analisis makna leksikal. Ketiga tahapan tersebut digunakan untuk menelusuri dal?lah a?liyyah (makna dasar) dan dal?lah siy?qiyyah (makna kontekstual) dari seluruh ayat yang memuat lafaz Bukhl dan Syu?? dalam Al-Qur?an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bukhl dan Syu?? merupakan dua lafaz yang memiliki nuansa makna berbeda. Secara dal?lah a?liyyah, Bukhl bermakna lawan dari sifat dermawan (?idd al-karam), sedangkan Syu?? merupakan Bukhl yang disertai sifat tamak (al-bukhl ma?a al-?ir?). Secara dal?lah siy?qiyyah, lafaz Bukhl ditemukan sebanyak 12 kali dalam PENGESAHAN TUGAS AKHIR xxiii Al-Qur?an dan menunjukkan tiga kecenderungan makna, yaitu pengingkaran terhadap janji Allah di akhirat, pengingkaran terhadap nikmat Allah di dunia, serta perilaku yang mencelakakan diri sendiri. Adapun lafaz Syu?? ditemukan sebanyak 5 kali dengan tiga kecenderungan makna, yaitu egoisme yang mengutamakan kepentingan diri di atas kepentingan bersama, kecenderungan untuk mempertahankan kepentingan diri yang menjadi penghambat tercapainya proses i?l??, dan dorongan mempertahankan harta dalam konteks sosial. Analisis tematik-kronologis menunjukkan bahwa ayat-ayat Bukhl cenderung berkaitan dengan relasi manusia dengan Allah, yang mencakup pengingkaran terhadap janji dan nikmat-Nya, baik dalam konteks eskatologis pada periode Makkiyah maupun dalam konteks sosial-keagamaan pada periode Madaniyah. Sementara itu, ayat-ayat Syu?? yang seluruhnya tergolong Madaniyah lebih dominan menyoroti relasi sosial antarmanusia, terutama dalam konteks konflik kepentingan dan upaya i?l??, sebagai manifestasi dari kondisi batin manusia dalam relasinya dengan Allah. Temuan ini menguatkan konsep l? tar?duf Bintu al-Sy??i? bahwa setiap lafaz Al-Qur?an memiliki karakteristik makna yang khas sesuai konteks penggunaannya. Kata kunci: Bukhl, Syu??, la tar?duf, dal?lah a?liyyah, dal?lah siy?qiyyah PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Bukhl KW - Syu?? KW - la tar?duf KW - dal?lah a?liyyah KW - dal?lah siy?qiyyah M1 - skripsi TI - ANALISIS MAKNA BUKHL DAN SYUHH DALAM AL-QUR?AN PERSPEKTIF TAFSIR BAYANI BINTU AL-SYATI AV - restricted EP - 125 ER -