<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL SEBAGAI MODERATOR&#13;
DALAM HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DAN BURNOUT PADA&#13;
GURU HONORER</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22107010063</mods:namePart><mods:namePart type="family">Anas Ma’ruf Nur Huda</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Intisari. Guru honorer merupakan bagian yang signifikan dari tenaga pendidik di&#13;
Indonesia, namun menghadapi kondisi kerja yang rentan berupa kompensasi tidak&#13;
memadai, ketidakpastian status kepegawaian, dan ketidaksetaraan dengan guru ASN.&#13;
Kerentanan struktural ini mengekspos guru honorer pada stres kerja yang secara teoritis&#13;
menjadi prediktor burnout. Namun, temuan penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang&#13;
tidak konsisten, mengindikasikan kemungkinan adanya variabel yang memoderasi&#13;
hubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji apakah stres kerja secara&#13;
signifikan memprediksi burnout pada guru honorer, dan (2) menguji apakah psychological&#13;
capital memoderasi hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif&#13;
korelasional dengan 85 guru honorer di Kabupaten Klaten sebagai partisipan yang diambil&#13;
menggunakan convenience sampling. Tiga instrumen tervalidasi digunakan: Maslach-&#13;
Trisni Burnout Inventory (M-TBI, 22 aitem), Effort-Reward Imbalance Questionnaire&#13;
(ERI-Q, 28 aitem), dan Psychological Capital Questionnaire (PCQ-24, 24 aitem). Data&#13;
dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan Moderated Regression Analysis&#13;
(MRA) pada JAMOVI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja secara signifikan&#13;
memprediksi burnout (B = 0,554; R² = 0,505; p &lt; 0,001), dan psychological capital tidak&#13;
terbukti secara signifikan memoderasi hubungan stres kerja dan burnout (B = −0,000459;&#13;
p = 0,911). Temuan ini mengimplikasikan bahwa psychological capital tidak cukup kuat&#13;
untuk memperlemah pengaruh stres kerja terhadap burnout pada guru honorer ketika&#13;
stresor yang dihadapi bersifat struktural seperti ketidakseimbangan antara usaha dan&#13;
imbalan serta ketidakpastian status kepegawaian. Dengan demikian, upaya penurunan&#13;
burnout pada guru honorer perlu memprioritaskan perbaikan kondisi struktural yang&#13;
menjadi sumber stres kerja, dengan penguatan psychological capital sebagai pendekatan&#13;
pendukung.&#13;
Kata kunci: burnout, guru honorer, psychological capital, stres kerja</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">155.6 Psikologi Dewasa</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-15</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>