<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>HUBUNGAN ANTARA SELF DISCLOSURE DAN PERCEIVED PARTNER RESPONSIVENESS DENGAN INTIMACY PADA INDIVIDU YANG MENJALANI LONG DISTANCE MARRIAGE (LDM)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22107010045</mods:namePart><mods:namePart type="family">Atiqoh Nurul Khotimah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Intimacy merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas hubungan pernikahan,&#13;
khususnya pada pasangan yang menjalani long distance marriage (LDM). Keterpisahan fisik dalam&#13;
hubungan pernikahan dapat menjadi tantangan dalam membangun kedekatan emosional, sehingga&#13;
diperlukan faktor interpersonal seperti self disclosure dan perceived partner responsiveness.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self disclosure dan perceived partner&#13;
responsiveness dengan intimacy pada individu yang menjalani long distance marriage. Penelitian ini&#13;
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 109&#13;
individu yang telah menikah dan menjalani long distance marriage, yang dipilih menggunakan teknik&#13;
accidental sampling. Instrumen yang digunakan yaitu skala intimacy, skala self disclosure, dan skala&#13;
perceived partner responsiveness yang merupakan hasil adaptasi dari penelitian sebelumnya. Analisis&#13;
data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi jamovi. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa self disclosure dan perceived partner responsiveness secara simultan&#13;
memiliki hubungan yang signifikan dengan intimacy (p &lt; 0,05). Secara parsial, self disclosure (p &lt;&#13;
0,05) dan perceived partner responsiveness (p &lt; 0,05) juga memiliki hubungan positif dan signifikan&#13;
dengan intimacy. Nilai koefisien determinasi menunjukkan kontribusi sebesar 52,4%. Temuan ini&#13;
menunjukkan bahwa keterbukaan diri dan respons pasangan berperan penting dalam menjaga&#13;
kedekatan emosional pada pasangan long distance marriage.&#13;
Kata kunci : keintiman, keterbukaan diri, pernikahan jarak jauh, persepsi terhadap responsivitas&#13;
pasangan</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">153.6 Psikologi Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>