relation: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77975/ title: PEMAHAMAN HADIS NAMIMAH PERSPEKTIF DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN DALAM FENOMENA HATE SPEECH DI MEDIA SOSIAL (STUDI PADA KOMENTAR WARGANET ATAS FATWA MUI JAWA TIMUR TENTANG HARAMNYA SOUND HOREG) creator: Nuzulul Mustaqimah, NIM.: 19105050042 subject: 297.125 Hadis description: Penelitian ini membahas pemahaman hadis tentang namīmah melalui perspektif Double Movement Fazlur Rahman dalam konteks fenomena hate speech di media sosial. Penelitian ini di latar belakangi oleh maraknya ujaran kebencian pada komentar warganet terhadap Fatwa MUI Jawa Timur No. 1 Tahun 2025 mengenai haramnya sound horeg yang menunjukkan adanya praktik komunikasi digital yang mengandung unsur adu domba, penghinaan, dan provokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman hadis tentang namīmah dengan menggunakan teori Double Movement Fazlur Rahman serta mengetahui kontekstualisasi hadis tersebut terhadap fenomena hate speech di media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis library research yang disajikan secara deskriptif-analitis. Sumber data primer berasal dari hadis riwayat Bukhari nomor 6055 tentang larangan namīmah, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab, buku, jurnal, skripsi, artikel, dan dokumentasi komentar warganet di media sosial terkait Fatwa MUI Jawa Timur No. 1 Tahun 2025 tentang haramnya sound horeg. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tākẖrij hadis, i‘tibār sanad, kritik sanad dan matan, serta analisis konten terhadap komentar warganet. Penelitian ini menggunakan teori Double Movement Fazlur Rahman dengan dua tahapan, yaitu memahami konteks historis hadis dan menggeneralisasikan nilai moral universalnya untuk diterapkan pada konteks kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tentang namīmah berstatus sahih, baik dari segi sanad maupun matan. Melalui pendekatan Double Movement Fazlur Rahman, ditemukan bahwa tujuan moral hadis tersebut adalah menjaga keharmonisan sosial, mencegah perpecahan, menjaga amanah informasi, dan membangun etika komunikasi yang berkeadaban. Dalam konteks media sosial, hate speech pada komentar warganet terhadap fatwa MUI Jawa Timur No. 1 Tahun 2025 tentang haramnya sound horeg dapat dikategorikan sebagai bentuk namīmah digital karena mengandung unsur penghinaan, provokasi, penyebaran rumor, dan upaya memecah belah masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa hadis tentang namīmah tetap relevan sebagai pedoman etika komunikasi digital di era modern. date: 2026-07-29 type: Thesis type: NonPeerReviewed format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77975/1/19105050042_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77975/2/19105050042_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf identifier: Nuzulul Mustaqimah, NIM.: 19105050042 (2026) PEMAHAMAN HADIS NAMIMAH PERSPEKTIF DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN DALAM FENOMENA HATE SPEECH DI MEDIA SOSIAL (STUDI PADA KOMENTAR WARGANET ATAS FATWA MUI JAWA TIMUR TENTANG HARAMNYA SOUND HOREG). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.