<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PEMAHAMAN HADIS NAMIMAH PERSPEKTIF DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN DALAM FENOMENA HATE SPEECH DI MEDIA SOSIAL (STUDI PADA KOMENTAR WARGANET ATAS FATWA MUI JAWA TIMUR TENTANG HARAMNYA SOUND HOREG)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 19105050042</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nuzulul Mustaqimah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini membahas pemahaman hadis tentang namīmah melalui&#13;
perspektif Double Movement Fazlur Rahman dalam konteks fenomena hate speech&#13;
di media sosial. Penelitian ini di latar belakangi oleh maraknya ujaran kebencian pada&#13;
komentar warganet terhadap Fatwa MUI Jawa Timur No. 1 Tahun 2025 mengenai&#13;
haramnya sound horeg yang menunjukkan adanya praktik komunikasi digital yang&#13;
mengandung unsur adu domba, penghinaan, dan provokasi. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk mengetahui pemahaman hadis tentang namīmah dengan menggunakan teori&#13;
Double Movement Fazlur Rahman serta mengetahui kontekstualisasi hadis tersebut&#13;
terhadap fenomena hate speech di media sosial.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis library research&#13;
yang disajikan secara deskriptif-analitis. Sumber data primer berasal dari hadis&#13;
riwayat Bukhari nomor 6055 tentang larangan namīmah, sedangkan data sekunder&#13;
diperoleh dari kitab, buku, jurnal, skripsi, artikel, dan dokumentasi komentar&#13;
warganet di media sosial terkait Fatwa MUI Jawa Timur No. 1 Tahun 2025 tentang&#13;
haramnya sound horeg. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tākẖrij hadis,&#13;
i‘tibār sanad, kritik sanad dan matan, serta analisis konten terhadap komentar&#13;
warganet. Penelitian ini menggunakan teori Double Movement Fazlur Rahman&#13;
dengan dua tahapan, yaitu memahami konteks historis hadis dan&#13;
menggeneralisasikan nilai moral universalnya untuk diterapkan pada konteks&#13;
kontemporer.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tentang namīmah berstatus sahih,&#13;
baik dari segi sanad maupun matan. Melalui pendekatan Double Movement Fazlur&#13;
Rahman, ditemukan bahwa tujuan moral hadis tersebut adalah menjaga&#13;
keharmonisan sosial, mencegah perpecahan, menjaga amanah informasi, dan&#13;
membangun etika komunikasi yang berkeadaban. Dalam konteks media sosial, hate&#13;
speech pada komentar warganet terhadap fatwa MUI Jawa Timur No. 1 Tahun 2025&#13;
tentang haramnya sound horeg dapat dikategorikan sebagai bentuk namīmah digital&#13;
karena mengandung unsur penghinaan, provokasi, penyebaran rumor, dan upaya&#13;
memecah belah masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa hadis tentang&#13;
namīmah tetap relevan sebagai pedoman etika komunikasi digital di era modern.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.125 Hadis</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-29</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>