%0 Thesis %9 Skripsi %A Waffiq Lanaa Zakya A’maali, NIM.: 22104040053 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2026 %F digilib:77986 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K koneksi matematis, disposisi matematis, siswa dengan gangguan penglihatan %P 611 %T ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77986/ %X Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kemampuan koneksi matematis dan disposisi matematis siswa dengan gangguan penglihatan dalam pembelajaran matematika di kelas inklusi, serta mengeksplorasi upaya guru di kelas inklusi. Kemampuan koneksi matematis adalah kemampuan mengaitkan konsepkonsep matematika baik antar konsep matematika maupun mengaitkan konsep matematika dengan disiplin ilmu lain dan kehidupan nyata. Disposisi matematis adalah kecenderungan untuk berpikir dan bertindak dengan cara yang positif terhadap matematika. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan enam subjek siswa berkebutuhan khusus dengan tingkat gangguan penglihatan yang beragam (totally blind dan low vision), serta seorang guru matematika kelas inklusi. Data dikumpulkan melalui metode tes kemampuan koneksi matematis, angket disposisi matematis berbentuk pernyataan hierarkis skala Likert 4 poin, dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kemampuan siswa pada kedua variabel. Pada aspek koneksi matematis, sebagian siswa mampu mengaitkan ide-ide matematika hingga menjadi satu kesatuan pengerjaan yang utuh, serta lancar menerapkan konsep tersebut ke dalam konteks kehidupan sehari-hari. Namun, sebagian lainnya masih kesulitan menghubungkan konsep-konsep yang saling berkaitan karena salah menangkap dasar materi, yang kemudian memicu rentetan kesalahan hitung. Di sisi lain, pada aspek disposisi matematis, sebagian siswa menunjukkan kepercayaan diri yang kuat, ketekunan tinggi untuk menyelesaikan tugas sulit sampai tuntas, memiliki rasa ingin vi tahu, serta mampu memonitor dan merefleksi proses berpikirnya dengan mengecek kembali langkah pengerjaan. Siswa juga sangat mengapresiasi nilai matematika untuk masa depan atau pelatih logika. Meskipun begitu, sebagian siswa masih merasa cemas saat presentasi kelompok. Sebaliknya, sebagian siswa lain menunjukkan disposisi yang lemah, yang ditandai dengan kurangnya fleksibilitas berpikir karena terpaku pada satu cara formal, sikap pasrah, pengerjaan asal selesai, serta cenderung menghindari materi sulit dan melewatkan tahap pemeriksaan ulang agar tidak kelelahan saat berpikir. Upaya peningkatan kemampuan koneksi dan disposisi matematis siswa dengan gangguan penglihatan dapat direalisasikan melalui standardisasi penyediaan media peraga taktil guna mereduksi beban operasional pendidik, sehingga guru dapat berfokus merancang intervensi kognitif dan afektif yang lebih personal. Kata Kunci: koneksi matematis, disposisi matematis, siswa dengan gangguan penglihatan. %Z Dr. Sumbaji Putranto, M.Pd