<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS&#13;
DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA DENGAN&#13;
GANGGUAN PENGLIHATAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104040053</mods:namePart><mods:namePart type="family">Waffiq Lanaa Zakya A’maali</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara&#13;
mendalam kemampuan koneksi matematis dan disposisi&#13;
matematis siswa dengan gangguan penglihatan dalam&#13;
pembelajaran matematika di kelas inklusi, serta&#13;
mengeksplorasi upaya guru di kelas inklusi. Kemampuan&#13;
koneksi matematis adalah kemampuan mengaitkan konsepkonsep&#13;
matematika baik antar konsep matematika maupun&#13;
mengaitkan konsep matematika dengan disiplin ilmu lain dan&#13;
kehidupan nyata. Disposisi matematis adalah kecenderungan&#13;
untuk berpikir dan bertindak dengan cara yang positif&#13;
terhadap matematika.&#13;
Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan enam&#13;
subjek siswa berkebutuhan khusus dengan tingkat gangguan&#13;
penglihatan yang beragam (totally blind dan low vision), serta&#13;
seorang guru matematika kelas inklusi. Data dikumpulkan&#13;
melalui metode tes kemampuan koneksi matematis, angket&#13;
disposisi matematis berbentuk pernyataan hierarkis skala&#13;
Likert 4 poin, dan wawancara. Analisis data dilakukan&#13;
melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan&#13;
kesimpulan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi&#13;
kemampuan siswa pada kedua variabel. Pada aspek koneksi&#13;
matematis, sebagian siswa mampu mengaitkan ide-ide&#13;
matematika hingga menjadi satu kesatuan pengerjaan yang&#13;
utuh, serta lancar menerapkan konsep tersebut ke dalam&#13;
konteks kehidupan sehari-hari. Namun, sebagian lainnya&#13;
masih kesulitan menghubungkan konsep-konsep yang saling&#13;
berkaitan karena salah menangkap dasar materi, yang&#13;
kemudian memicu rentetan kesalahan hitung. Di sisi lain,&#13;
pada aspek disposisi matematis, sebagian siswa menunjukkan&#13;
kepercayaan diri yang kuat, ketekunan tinggi untuk&#13;
menyelesaikan tugas sulit sampai tuntas, memiliki rasa ingin&#13;
vi&#13;
tahu, serta mampu memonitor dan merefleksi proses&#13;
berpikirnya dengan mengecek kembali langkah pengerjaan.&#13;
Siswa juga sangat mengapresiasi nilai matematika untuk&#13;
masa depan atau pelatih logika. Meskipun begitu, sebagian&#13;
siswa masih merasa cemas saat presentasi kelompok.&#13;
Sebaliknya, sebagian siswa lain menunjukkan disposisi yang&#13;
lemah, yang ditandai dengan kurangnya fleksibilitas berpikir&#13;
karena terpaku pada satu cara formal, sikap pasrah,&#13;
pengerjaan asal selesai, serta cenderung menghindari materi&#13;
sulit dan melewatkan tahap pemeriksaan ulang agar tidak&#13;
kelelahan saat berpikir. Upaya peningkatan kemampuan&#13;
koneksi dan disposisi matematis siswa dengan gangguan&#13;
penglihatan dapat direalisasikan melalui standardisasi&#13;
penyediaan media peraga taktil guna mereduksi beban&#13;
operasional pendidik, sehingga guru dapat berfokus&#13;
merancang intervensi kognitif dan afektif yang lebih&#13;
personal.&#13;
Kata Kunci: koneksi matematis, disposisi matematis, siswa&#13;
dengan gangguan penglihatan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">510.7 Pendidikan Matematika</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>