<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>HUBUNGAN ANTARA ADULT ATTACHMENT DENGAN PERILAKU DEFENSIF PADA USIA EMERGING ADULTHOOD YANG SEDANG MENJALIN HUBUNGAN ROMANTIS</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22107010028</mods:namePart><mods:namePart type="family">Risma Kholilatus Salma</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Masa emerging adulthood merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan pembentukan identitas dan hubungan romantis sehingga individu rentan menunjukkan perilaku defensif dalam menghadapi konflik interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adult attachment dengan perilaku defensif pada individu usia emerging adulthood (18–25 tahun) yang sedang menjalin hubungan romantis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik convenience sampling terhadap 141 responden di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berusia 18–25 tahun dan sedang menjalin hubungan romantis. Pengumpulan data menggunakan State Adult Attachment Measure (SAAM) dan Defense Mechanism Rating Scales–Self Report–30 (DMRS-SR-30). Berdasarkan hasil uji asumsi, data pada tingkat dimensi tidak berdistribusi normal sehingga analisis hubungan antar dimensi menggunakan korelasi Spearman's rho, sedangkan hubungan antarvariabel utama dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adult attachment berhubungan positif dan signifikan dengan perilaku defensif (F = 54,30; p &lt; 0,001) dengan kontribusi sebesar 28,1% (R² = 0,281). Analisis antar dimensi menunjukkan bahwa anxious attachment memiliki hubungan positif yang signifikan dengan immature defenses. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa semakin tinggi skor insecure attachment, semakin tinggi skor penggunaan perilaku defensif yang maladaptif. Namun, hasil penelitian ini memiliki keterbatasan generalisasi karena menggunakan convenience sampling dan analisis non-parametrik pada sebagian pengujian.&#13;
Kata Kunci: adult attachment, emerging adulthood, hubungan romantis, perilaku defensif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">155.6 Psikologi Dewasa</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>