<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>EVOLUSI JURNALISME ROHANA KUDUS DAN&#13;
NAJWA SHIHAB MELAWAN KEKUASAAN&#13;
(ANALISIS TEKS PERSPEKTIF TEUN ADRIANUS&#13;
VAN DIJK)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24202011015</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rahmat Hidayat Tutupoho</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Api pergerakan dan perlawanan perempuan melawan kekuasaan kolonialisme&#13;
ditandai dengan kemunculan Rohana Kudus lewat terobosan pendidikan dan&#13;
jurnalisme. Najwa Shihab melewati proses kritis demi menentang tindakan&#13;
penguasa pasca reformasi. Keduanya dianggap sebagai megafon rakyat yang&#13;
berbunyi untuk memberikan pencerahan. Tetapi perjuangan mereka semakin&#13;
terpinggirkan oleh pemangku kekuasaan. Rohana Kudus mengalami upaya&#13;
pengasingan. Sedangkan Najwa Shihab tersingkir dari program televisi karena&#13;
ketajaman pertanyaan dan pernyataan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan&#13;
menanamkan semangat perjuangan mereka berdua agar anak bangsa di masa&#13;
sekarang dan mendatang dapat membela masyarakat. Penelitian ini mendeteksi&#13;
pemicu keduanya berjurnalisme, pergerakan dan perlawanan kekuasaan, serta&#13;
evolusi jurnalisme. Penelitian ini berjenis studi pustaka dan studi konten&#13;
berpendekatan kualitatif dengan paradigma interpretasi. Eksplorasinya&#13;
berlandaskan empat teori pers, korvergensi media, jalur analisis gender,&#13;
penghancuran simbolik, dan media etik. Teknik validasinya ialah kekinian,&#13;
hubungan, otoritas, akurasi, dan tujuan. Analisis wacana kritis Van Dijk dipakai&#13;
untuk menyelami dimensi teks. Data primer ialah buku sekaligus tulisan kepunyaan&#13;
mereka berdua. Data sekundernya adalah buku biografi, artikel ilmiah, artikel&#13;
populer, atau pemberitaan. Hasil pertamanya, kesulitan perempuan mengakses&#13;
pendidikan dan kesewenang-wenangan pihak penjajah memantik Rohana Kudus&#13;
berjurnalisme. Najwa Shihab menyaksikan perubahan Indonesia menjadi kerajaan&#13;
dari foya-foya anak presiden, gubernur, bupati atau walikota yang mendulang&#13;
keistimewaan. Kedua, Rohana melangsungkan gerakan dan perlawanan lewat&#13;
jurnalisme dari Poetri Hindia hingga Cahaya Sumatera. Untuk mendukung aksinya,&#13;
lembaga pendidikan pun dibentuk untuk mendukung proses belajar perempuan&#13;
menjadi jurnalis perlawananan. Sedangkan Najwa bergerak dari aspek rasionalitas&#13;
dan kekuatan argumentasi untuk menabur benih gerakan dan perlawanan kepada&#13;
masyarakat umum. Ketiga, Rohana dan Najwa bukan sekadar menempuh&#13;
perjalanan evolusi pada institusi media, melainkan juga berevolusi terkait&#13;
pengawalan isu-isu problematik yang melanda Indonesia.&#13;
Kata Kunci: Evolusi, Jurnalisme, Perjuangan, Rohana Kudus, Najwa Shihab</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.6 Dakwah dan Penyiaran Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>