@mastersthesis{digilib78026, month = {June}, title = {TEOLOGI HARMONI DALAM DAKWAH DIGITAL (Studi Analisis Wacana Kritis Dakwah Gus Nur di Channel Youtube Gusnur13 Official)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 23205022003 Muhammad Arif}, year = {2026}, note = {Dr. Roma Ulinnuha, S.S., M.Hum}, keywords = {dakwah digital; teologi harmoni; analisis wacana kritis; Gus Nur; media sosial}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78026/}, abstract = {Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya dakwah digital di era media sosial yang tidak hanya menjadi sarana penyebaran ajaran agama, tetapi juga ruang produksi wacana yang sarat dengan ideologi, konflik, dan kepentingan tertentu. Munculnya figur pendakwah seperti Sugi Nur Raharja (Gus Nur) melalui kanal YouTube Gusnur13 Official menunjukkan adanya pergeseran pola dakwah yang cenderung konfrontatif dan kontroversial. Fenomena ini menimbulkan persoalan terkait keberlangsungan nilai-nilai harmoni, khususnya dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menjawab bagaimana konstruksi wacana dakwah Gus Nur serta bagaimana teologi harmoni yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dakwah Gus Nur melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. Van Dijk, serta mengkaji teologi harmoni dalam dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi implikasi wacana dakwah tersebut terhadap kehidupan sosial-keagamaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain netnografi. Sumber data primer berupa konten dakwah dalam kanal YouTube Gusnur13 Official, sedangkan data sekunder berupa respons audiens. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk yang meliputi struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial, serta dikaji menggunakan kerangka teologi harmoni perspektif Frank Whaling dan John Hick. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Gus Nur secara tekstual didominasi oleh tema kritik sosial-politik, narasi perlawanan, serta penggunaan bahasa yang konfrontatif dan emosional. Dalam dimensi kognisi sosial, latar belakang dan pengalaman sosial penutur memengaruhi cara pandang yang cenderung oposisi terhadap otoritas tertentu. Pada dimensi konteks sosial, dakwah ini hadir dalam situasi polarisasi sosial dan berkembang pesat melalui media digital yang memperkuat distribusi wacana. Dari perspektif teologi harmoni, ditemukan kecenderungan dominasi sikap eksklusivisme yang berpotensi mengurangi nilai-nilai toleransi dan inklusivitas.} }