<mets:mets OBJID="eprint_78056" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-09-16T09:19:07Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_78056_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM TAFSIR BERBASIS POLITIK KEKUASAAN DI INDONESIA (Studi atas Tarjumān Al-Mustafīd dan Tafsir Al-Qur’an Tematik “Kedudukan dan Peran Perempuan” Kementerian Agama RI)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 21105030013</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muhammad Iman Ahsan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kajian tafsir Al-Qur’an di Indonesia menunjukkan adanya corak tafsir yang lahir dalam ruang basis politik kekuasaan, yakni tafsir yang disusun dalam konteks legitimasi institusi atau pemerintahan tertentu. Corak ini tampak sejak era kesultanan hingga negara modern, sebagaimana terlihat dalam Tarjumān al- Mustafīd karya Abd al-Rauf as-Singkili yang ditulis pada masa Kesultanan Aceh, serta Tafsir Al-Qur’an Tematik Kementerian Agama RI yang lahir dalam kerangka tafsir kelembagaan negara. Dalam konteks ini, isu kepemimpinan perempuan menjadi tema penting karena berkaitan dengan perdebatan panjang mengenai relasi gender dalam Islam, khususnya melalui penafsiran QS. an-Nisā’ [4]: 34 dan ayat Al-Qur’an yang memuat figur Ratu Balqis. Meskipun sama-sama lahir dalam ruang tafsir kelembagaan, kedua karya tersebut menunjukkan kecenderungan penafsiran yang ambigu terhadap kepemimpinan perempuan. Abd al-Rauf as-Singkili, yang dalam karya fikihnya, yaitu Mir’āt al-Ṭullāb, memberikan legitimasi terhadap kepemimpinan perempuan, justru tidak menampilkan pembahasan eksplisit mengenai isu tersebut dalam Tarjumān al-Mustafīd. Sementara itu, Tafsir Al- Qur’an Tematik Kementerian Agama berupaya mengafirmasi kesetaraan gender, tetapi pada saat yang sama masih mempertahankan pembacaan yang cenderung bias laki-laki melalui penekanan superioritas laki-laki dan penggunaan hadis tentang larangan kepemimpinan perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan perempuan dalam kedua tafsir tersebut, dan apa yang melatarbelakangi penafsirannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang bertujuan mengkaji penafsiran kepemimpinan perempuan dalam dua tafsir yang lahir dalam ruang basis politik kekuasaan di Indonesia. Sumber data primer penelitian ini adalah Tarjumān al-Mustafīd dan Tafsir Al-Qur’an Tematik “Kedudukan dan Peran Perempuan” Kementerian Agama RI, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari berbagai kajian yang berkaitan dengan objek material maupun formal penelitian. Adapun analisis data dilakukan dengan metode deskriptif-analitis, yaitu mendeskripsikan penafsiran kedua tafsir, kemudian menganalisis kecenderungan, sumber rujukan, serta latar institusional yang memengaruhi penafsiran kepemimpinan perempuan dalam kedua karya tersebut. Secara spesifik, analisis penelitian ini diarahkan pada ayat-ayat yang sering diperdebatkan dalam konteks kepemimpinan perempuan dalam Al-Qur’an, yaitu QS. an-Nisā’ [4]: 34 dan kisah Ratu Balqis dalam QS. an-Naml [27]. Dalam Tarjumān al-Mustafīd, fokus penafsiran merujuk pada QS. an-Naml [27]: 29–33, sedangkan Tafsir Al-Qur’an Tematik Kementerian Agama menitikberatkan pada QS. an-Naml [27]: 23–24, sesuai dengan kecenderungan masing-masing tafsir dalam menggambarkan figur dan kepemimpinan Ratu Balqis. Penelitian ini menemukan bahwa Tarjumān al-Mustafīd tidak dapat secara sederhana dipahami sebagai instrumen legitimasi politik Kesultanan Aceh, sebab penafsiran as-Singkili terhadap ayat-ayat kepemimpinan perempuan justru menunjukkan konsistensi reproduksi tradisi tafsir klasik, khususnya Tafsir al- Jalālayn. Penafsiran as-Singkili tidak menunjukkan adanya keterlibatan eksplisit dalam wacana politik kekuasaan Sultanah Safiyat al-Din, sehingga kitab tersebut lebih merefleksikan genealogi intelektual penulisnya daripada kepentingan politik kerajaan. Sebagaimana hasil penelitian Azyumardi Azra yang mengungkapkan bahwa kitab ini pada dasarnya merupakan terjemahan dari Tafsir al-Jalālayn karena keterhubungan sanad keilmuannya dengan Jalaluddin as-Suyuthi melalui dua guru utamanya yaitu Ahmad al-Qusyaisyi dan Ibrahim al-Kurani. Sebaliknya, Tafsir Al Qur’an Tematik Kemenag memperlihatkan ambiguitas metodologis akibat sifat produksinya yang kolektif dan institusional, di mana tarik-menarik antara semangat kesetaraan gender modern dan otoritas tradisi patriarkal melahirkan posisi tafsir yang tidak sepenuhnya konsisten terhadap isu kepemimpinan perempuan; hal ini tampak dari pengakuan terhadap kapasitas kepemimpinan perempuan dalam kisah Ratu Bilqis, namun sekaligus disertai reproduksi dalil-dalil klasik yang membatasi otoritas perempuan, sehingga tafsir tersebut terjebak antara upaya kontekstualisasi dan dominasi warisan tafsir bias gender. Temuan ini menegaskan bahwa penempatan Tarjumān al-Mustafīd dan Tafsir Al-Qur’an Tematik Kemenag sebagai produk tafsir yang lahir dari basis sosial-politik tertentu, sebagaimana banyak ditegaskan dalam studi sebelumnya, tidak secara otomatis menunjukkan bahwa konstruksi penafsirannya sepenuhnya ditentukan oleh kepentingan sosial-politik tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses penafsiran tetap dipengaruhi oleh faktor lain yang lebih kompleks, seperti genealogi intelektual mufasir, serta dinamika internal dalam proses penyusunan tafsir itu sendiri.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_78056"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_78056_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong> 
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic 
metadata, I grant Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta the right to store 
them and to make them permanently available publicly for free on-line. 
I declare that this material is my own intellectual property and I 
understand that Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta does not assume any 
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these 
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their 
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its 
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and 
associated bibliographic metadata that I am archiving at 
Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) is in the public domain. If this is 
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright 
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the deposit button indicates your agreement to these 
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_78056_1072205_1" SIZE="3548199" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78056/1/21105030013_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78056/1/21105030013_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_78056_1072206_1" SIZE="7695531" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78056/2/21105030013_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78056/2/21105030013_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_78056_mods" ADMID="TMD_eprint_78056"><mets:fptr FILEID="eprint_78056_document_1072205_1"></mets:fptr><mets:fptr FILEID="eprint_78056_document_1072206_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>