<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS OLEH IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA (IPHI) DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI ANGGOTA&#13;
DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA&#13;
TAHUN 2025</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22102040064</mods:namePart><mods:namePart type="family">Salsabila Anisa Putri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya gaya kepemimpinan dalam mengelola tingkat keaktifan anggota pada organisasi sosial keagamaan yang berbasis kerelawanan. Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sleman memiliki program yang aktif, namun menghadapi tantangan berupa ketimpangan antara jumlah program dengan kehadiran anggota, serta adanya kecenderungan anggota yang pasif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi gaya kepemimpinan demokratis IPHI Kabupaten Sleman dalam meningkatkan partisipasi anggota pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian meliputi Ketua, Staf, dan Anggota IPHI Kabupaten Sleman. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis di IPHI Kabupaten Sleman diimplementasikan secara holistik melalui tiga pilar utama. Pertama, pengambilan keputusan dan perencanaan program dilakukan melalui musyawarah mufakat dengan pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up). Kedua, pimpinan menerapkan keterbukaan informasi dan komunikasi yang transparan serta terukur menggunakan metode 5W+1H. Ketiga, pimpinan mengedepankan pembinaan emosional dan penyelesaian konflik yang humanis melalui metode tabayyun (klarifikasi). Penerapan ketiga pilar ini secara empiris terbukti menumbuhkan rasa kepemilikan (sense of belonging) dan motivasi spiritual anggota. Hal ini berdampak langsung pada keberhasilan organisasi dalam mentransformasikan anggota yang pasif menjadi proaktif, serta meningkatkan partisipasi kolektif dalam menyukseskan program keumatan sepanjang tahun 2025.&#13;
Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Demokratis, Partisipasi Anggota, IPHI Sleman, Organisasi Keagamaan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Manajemen Dakwah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>