<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI JAWA TIMUR BAGIAN SELATAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 21108010132</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muh. Ashar Sahiz Pardana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah pada lima fungsi, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, perumahan dan fasilitas umum, serta perlindungan sosial, dan tingkat kemiskinan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur bagian selatan (Mataraman) periode 2017–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel Random Effect Model (REM) yang divalidasi melalui uji ketahanan (robustness check) menggunakan Panel-Corrected Standard Errors (PCSE) untuk mengoreksi ketergantungan lintas-daerah. Temuan penelitian diintegrasikan dengan perspektif ekonomi Islam melalui kerangka maqāṣid al-syarī‘ah.&#13;
Hasil estimasi menunjukkan bahwa belanja fungsi kesehatan dan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, dengan kesehatan sebagai fungsi belanja yang memiliki dampak terbesar. Belanja fungsi pendidikan tidak berpengaruh signifikan setelah koreksi PCSE, mengindikasikan persoalan efektivitas alokasi yang didominasi belanja pegawai. Belanja fungsi perumahan dan fasilitas umum berpengaruh negatif dan signifikan akibat fluktuasi dan ketidakmerataan distribusi proyek. Belanja fungsi perlindungan sosial tidak berpengaruh signifikan karena alokasi yang terbatas dan bantuan yang masih bersifat konsumtif. Tingkat kemiskinan menjadi determinan paling dominan dengan pengaruh negatif dan signifikan, sehingga pengentasan kemiskinan menjadi prasyarat utama peningkatan IPM.&#13;
Dalam perspektif ekonomi Islam, efektivitas belanja kesehatan dan ekonomi mencerminkan implementasi ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-māl, sedangkan belum optimalnya belanja pendidikan, perumahan, dan perlindungan sosial menunjukkan bahwa amanah fiskal dan prinsip keadilan distribusi (al-'adl) belum sepenuhnya terwujud. Implikasi kebijakan meliputi penguatan belanja kesehatan dan ekonomi, reformasi kualitas belanja pendidikan, penataan belanja infrastruktur, reorientasi perlindungan sosial menuju pemberdayaan, serta pengentasan kemiskinan secara terintegrasi.&#13;
Kata Kunci: Pengeluaran Pemerintah, Kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia, Maqāṣid al-Syarī‘ah, Jawa Timur Bagian Selatan</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Ekonomi Syariah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-13</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>